PT Rifan Financindo – PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat periode Januari-Juni 2016 tujuan ekspor non migas terbesar ke China yakni USD832,83 juta atau 17,16 persen memberikan kontribusi ke sepuluh negara tujuan utama ekspor daerah itu.

“Selanjutnya India tercatat negara tujuan ekspor terbesar ke dua yakni sebesar USD728,52 juta atau 15,01 persen dari total sepuluh negara tujuan utama ekspor tersebut,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Riau, Zulkifli, dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin (15/8/2016).

Menurut dia, negara ketiga terbesar tujuan ekspor Riau adalah Malaysia sebesar USD366,75 juta lebih (7,56 persen), dan Pakistan USD322,16 juta lebih (6,64 persen).

Berikutnya Belanda yang tercatat sebesar USD319,09 juta (6,57 persen) memberikan kontribusi dari sepuluh negara tujuan utama ekspor Riau pada periode yang sama tersebut.

“Pada periode Januari-Juni 2016, ekspor non migas ke sepuluh negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 72,40 persen terhadap total nilai ekspor non migas Riau,” katanya.

Dari sepuluh negara tujuan utama, lima diantaranya memberikan kontribusi terbesar dengan kontribusi kelimanya mencapai 52,94 persen.

Sementara itu lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 19,46 persen. Dari 10 negara terbesar tujuan ekspor non migas, dibanding Mei 2016, sebanyak delapan negara justru mengalami penurunan dan dua negara mengalami kenaikan.

“Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke negara Pakistan USD42,66 juta lebih, India USD28,53 juta lebih dan Belanda USD14,54 juta serta Bangladesh sebesar USD12,91 juta. Sedangkan kenaikan terjadi pada ekspor ke negara Malaysia sebesar USD23,85 juta dan China USD14,84 juta lebih,” katanya.

(dni, PT Rifan Financindo)

Sumber : Okezone