PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPRO) telah membeli aset tetap aset tetap milik PT Central Agromina (CAM) senilai Rp399,264 miliar.

Perseroan menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi dan entitas usaha di industri peternakan ayam, salah satunya produksi ayam usia sehati komersial (Day Old Chick/DOC). Perseroan meyakini permintaan DOC masih akan terus tumbuh untuk beberapa tahun ke depan. Dana pembelian aset tersebut berasal dari kas internal.

Dengan membeli aset CAM berupa fasilitas pembibitan DOC milik CAM, maka perseroan dapat mengonsolidasikan dan mengawasi secara langsung kegiatan usaha DOC Grup Charoen Pokhpand di Indonesia.

Hingga saat ini, CAM telah menunjuk salah satu entitas usaha perseroan sebagai distributor dari produk DOC sehingga penjualan DOC CAM sudah termasuk di dalam penjualan konsolidasi perseroan dan entitas anaknya.

Dengan adanya transaksi, terjadi penurunan beban pokok penjualan sehingga laba kotor yang diterima oleh perseroan dan entitas anak dari penjualan DOC menjadi lebih tinggi.

Setelah dilakukannya transaksi, CAM akan menjadi perusahaan yang melakukan kegiatan investasi atau penyertaan di entitas anak.CAM merupakan pemegang saham perseroan dengan kepemilikan 55,53 persen saham. Kegiatan usaha CAM adalah produksi dan perdagangan anak ayam usia sehari komersial.

(mrt)

Sumber : Okezone

Soal Tax Amnesty, BI: Tiap UU Baru Selalu Digugat

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintah dan DPR belum lama ini mengesahkan Undang-Undang (UU) Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Namun belum lama disahkan, UU ini akan digugat ke Mahkama Agung (MK).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai gugatan UU ini merupakan proses hukum yang biasa terjadi di Indonesia.

“Kalau sekarang kemudian ada yang ingin menggugat UU itu ke MK, saya melihat di Indonesia beberapa saat terakhir ini setiap ada UU baru disahkan ada yang kemudian membawa ke MK,” kata Agus Marto di Gedung BI, Senin (11/7/2016).

“Jadi saya menganggap itu proses yang biasa, tapi saya yakin pada saat disusun pembahasan antara DPR dengan pemerintah sudah diperhatikan itu untuk menjadi satu UU yang baik,” tambahnya.

Pada dasarnya, lanjut Agus, BI sangat menyambut baik adanya UU ini. Mengingat ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan seperti Brexit dan UU tax amnesty ini bisa menjadi salah satu sentimen positif.

“Saya melihat kondisi yang baik, ketetapan UU pengampunan pajak, dan perubahan APBN membawa optimisme tinggi,” tukasnya.

(rzy)

Sumber : Okezone