PT Rifan Financindo – JAKARTA – Masih rendahnya tingkat kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan transportasi umum di Negara kita, membuat sebagian besar orang berpikir untuk menggunakan transportasi pribadi saja, dengan alasan lebih aman dan nyaman. Salah satu kendaraan yang dipilih untuk mempermudah aktifitas mereka ini adalah sepeda motor.

Untuk mendapatkan motor anda bisa melalui 2 cara, yaitu membeli dengan uang cash dan membeli secara kredit. Khusus bagi anda yang ingin memiliki motor secara kredit, anda harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini, agar anda terhindar dari masalah kredit yang rumit.

Berikut ini 5 hal yang harus anda cek terlebih dulu sebelum memutuskan membeli motor secara kredit:

1. Membeli Motor Untuk Eksistensi Diri

Ada beberapa orang yang begitu cepat berganti kendaraan bermotor miliknya, bukan karena motornya rusak atau sudah tua, tapi karena dia ingin semua orang terdekatnya mengetahui bahwa motor keluaran terbaru yang cc nya besar dan bodinya kokoh tersebut berhasil dimilikinya, padahal setelah itu jangankan digunakan ke kantor atau ke kampus, motor tersebut malah diparkir di rumah karena takut akan cepat rusak. Hal seperti ini bukanlah niat yang baik apalagi jika anda ingin memiliki motor tersebut secara kredit. Belilah motor secara kredit karena memang diperlukan dan bermanfaat.

2. Masih Banyak Utang? Jangan Mengambil Motor Kredit

Jika berada di posisi sedang banyak pengeluaran dalam bentuk utang, sebaiknya anda waspada. Utang yang paling maksimal sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan anda, karena itu akan mengganggu keuangan anda. Bisa dibayangkan jika utang tersebut bertambah dengan adanya utang kredit motor kepada pihak leasing atau bank tertentu dengan tingkat bunga yang cukup tinggi. Perlu berpikir ulang jika memiliki sesuatu barang hanya untuk menumpuk utang.

3. Salah memilih Perusahaan Pembiayaan

Sekarang ini zaman sudah canggih, ada efek positif ada juga efek negatifnya. Begitu juga untuk bidang perusahaan pembiayaan, anda perlu berhati-hati karena ternyata ada banyak perusahaan pembiayaan yang malah akan membuat kredit menjadi rumit dan menguras keuangan. pilihlah perusahaan pembiayaan yang menjadi anggota APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia). Setelah itu jangan lupa untuk selalu mengkomunikasikan masalah kredit yang tidak terlalu membebani keuangan anda. Mintalah kredit dengan bunga yang paling rendah.

4. Jangan Pilih Periode Pinjaman Yang Panjang

Mau pilih yang mana? Jangka waktu kredit yang pendek dan utang anda cepat lunas, atau jangka waktu kredit yang panjang, sehingga selang beberapa tahun, terjadi kenaikan bunga, tagihan menjadi naik nilainya? Semoga anda lebih memprioritaskan untuk memilih jangka waktu cicilan kredit yang tidak terlalu lama, walaupun jumlah cicilan perbulanya agak besar, namun ini bisa menghindari naiknya bunga setiap tahunya yang bisa menambah jumlah cicilan anda.

5. BPKB dan Asuransi Yang Terabaikan

Ini juga hal yang penting yang merupakan tujuan akhir dari kredit anda terhadap perusahaan leasing terkait. Jangan lupa bahwa BPKB dan Asuransi tersebut juga di bayar bersama cicilan kredit motor, jangan sampai kedua hal penting ini malah sulit didapatkan setelah cicilannya lunas.

Bedakan Antara Keinginan dan Kebutuhan

Memiliki sebuah kendaraan bermotor adalah sarana untuk mempermudah aktifitas kita. Tapi, jika untuk memilikinya harus melalui jalan kredit dan cicilannya akan sangat membebani keuangan kita, sebaiknya hapuskan keinginan tersebut. sebaliknya, jika memang sangat membutuhkan motor tersebut untuk beraktivitas, belilah secara kredit dengan memilih jangka waktu terpendek dan bunga yang paling rendah setiap bulannya.

(amr)

Sumber : Okezone