Rifanfinancindo – PALEMBANG – Banyak produk investasi yang ditawarkan, salah satunya adalah reksa dana. Reksa dana merupakan produk investasi yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir mempunyai peningkatan yang cukup baik. Tercatat dalam kurun waktu dua bulan terakhir pertumbuhan angka reksa dana mencapai angka 11,758% untuk reksa dana saham, sedangkan rata-rata reksa dana dengan penghasilan tetap tumbuh dengan angka 1,73%. Angka tersebut tercatat dalam pertumbuhan selama dua bulan terakhir yaitu Januari sampai dengan Februari 2017.

Selain relatif lebih aman, investasi reksa dana merupakan investasi dengan jumlah nominal yang terkecil dari pada produk investasi yang lainnya. Akan tetapi bukan berarti dengan modal investasi kecil itu terbebas dari risiko rugi. Salah menentukan jenis reksa dana akan mengakibatkan kerugian tentunya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dana Anda aman dalam berinvestasi di reksa dana. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan.

1. Tentukan Jenis Reksa dana Anda

Banyak jenis produk reksa dana, dalam kategorinya dapat di bagi menjadi empat. Reksa dana Saham, Reksa dana Campuran, Reksa dana Pasar Uang, dan Reksa dana Pendapatan Tetap. Setiap produk reksa dana tersebut mempunyai bermacam-macam keunggulan dan risikonya. Semakin besar jumlah keuntungan yang ditawarkan maka semakin besar pula risiko kerugiannya.

Anda harus mulai menentukan untuk apa berinvestasi dan dalam kurun waktu kapan Anda akan menggunakan dana investasi tersebut, apakah jangka panjang, jangka menengah ataukah bahkan jangka pendek. Pahami risiko dan keuntungan dari masing-masing jenis invetasi tersebut.

Untuk reksa dana saham sebaiknya digunakan untuk investasi dengan jangka waktu yang panjang, bila ingin investasi jangka pendek sebaiknya Anda menggunakan reksa dana saham. Karena ada kemungkinan naik turunnya saham memungkinkan dana investasi mendapatkan peluang dalam jangka waktu yang lebih lama. Untuk jangka pendek ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menginvestasikan dana pada reksa dana pasar uang yang relatif lebih stabil untuk fluktuatif kerugiannya. Akan tetapi nilai keuntungan yang ditawarkan jauh lebih kecil dari pada reksa dana saham. Begitu juga dengan reksa dana campur dan reksa dana obligasi, keduanya mempunyai sifat fluktuatif yang sedang. Sehingga sangat dianjurkan bagi Anda yang mempunyai kebutuhan investasi untuk keperluan jangka waktu menengah.

2. Pilih Agen yang Berlisensi

Setelah mengetahui investasi yang sesuai dengan kebutuhan, hal yang tidak kalah penting adalah memilih manajer investasi. Yang dimaksud manajer investasi adalah badan hukum atau organisasi yang mendapat lisensi untuk menjalankan investasi ke dalam semua jenis reksa dana. Pilihlah agen yang berlisensi dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Untuk memastikan agen tersebut mempunyai izin atau tidak sangatlah mudah, tanyakan tentang prospek tugas agen investasi tersebut. Yang  dimaksud prospek tugas adalah buku manual seputar investasi reksa dana pada agen tersebut. Dalam prospektus, Anda bisa menemukan informasi seputar manajer investasi tersebut yang meliputi surat izin perusahaan, kebijakan yang dimiliki agen tersebut tentang tata cara berinvestasi, biaya-biaya dan hal lainnya yang menyangkut semua legal formal seputar reksa dana. Pelajarilah baik-baik prospektus tersebut dengan seksama.

3. Manfaatkan Reksa Dana Online

Di era sekarang ini teknologi internet sudah merambah dunia investasi finansial, agen-agen resmi investasi banyak yang membuka layanan mereka melalui cara online. Hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi Anda. Selain semua laporan investasi yang bisa dilihat secara real time dan di mana pun Anda berada. Reksa dana online juga menawarkan sistem kemudahan dalam pembayaran berinvestasi dengan internet banking dan kemudahan pembayaran lainnya. Dan yang paling memudahkan adalah dengan nilai investasi reksa dana yang rendah sampai dengan hanya Rp100.000 Anda sudah bisa berinvestasi.

Pahami Produknya untuk Mengurangi Risikonya

Dengan memahami risiko dan seluk beluk reksa dana, maka akan sangat berguna bagi keamanan dana investasi Anda. Sebagai gambaran, perusahaan reksa dana yang telah terdaftar di OJK (Otoritas jasa Keuangan) mereka akan menyimpan dana investasi Anda kepada pihak kedua yang disebut Bank Kustodian sehingga apabila terjadi kebangkrutan pada agen investasi tersebut maka dana investor akan aman Karena Agen tersebut tidak ikut menyimpan dana investor. Mereka hanya diberi otoritas untuk menyalurkan uang kepada perusahaan yang dianggap mempunyai portofolio bagus dan prospek yang menjanjikan. Tugas perusahaan investasi hanyalah menyalurkan dan menganalisa di mana sebaiknya investasi Anda dijalankan. Saat ini reksa dana merupakan produk investasi yang diklaim cukup aman untuk berinvestasi.

(kmj)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo