PT Rifan Financindo – Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka melemah pada perdagangan pertama di pekan ini: indeks Shanghai turun 0,19%, indeks Hang Seng turun 0,07%, dan indeks Straits Times turun 0,81%.

https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/10/12/ed5c0680-ace3-4347-9f34-8f0f20e57378_169.jpeg?w=715&q=90  -  PT Rifan Financindo

Kekhawatiran yang menyelimuti negosiasi dagang AS-China membuat bursa saham regional ditinggalkan investor. Pada hari ini di Beijing, pertemuan tingkat wakil menteri akan digelar. Delegasi AS dipimpin oleh Deputi Kepala Perwakilan Dagang Jeffrey Gerrish.

Sementara itu, dialog tingkat menteri dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat, melibatkan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Ada aura negatif yang menyelimuti pertemuan ini. Pelaku usaha di Negeri Paman Sam pesimistis bahwa rangkaian pertemuan di Beijing pekan ini akan menelurkan hasil yang signifikan.

“Ada indikasi bahwa pemimpin kedua negara bersedia untuk menyelesaikan semua hambatan. Namun kami juga mendengar bahwa banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Saya memperkirakan kedua pihak tidak menghasilkan sesuatu pekan depan,” tegas Erin Ennis, Senior Vice President US-China Business Council, mengutip Reuters.

Sebagai informasi, pertemuan ini menjadi sangat penting mengingat periode gencatan senjata antar keduanya akan segera berakhir pada 1 Maret. Terlebih, Presiden AS Donald Trump sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum 1 Maret.

Padahal sebelumnya Trump pernah mengatakan dirinya akan bertemu dengan Xi, bahkan mungkin lebih dari sekali, untuk mengesahkan kesepakatan dagang AS-China. Lantas, beban yang dipikul oleh delegasi AS yang saat ini tengah berada di Beijing menjadi begitu besar.

Tercapai atau tidaknya damai dagang dengan China akan bergantung kepada mereka.

Sejauh ini, perekonomian kedua negara terlihat jelas sudah tersakiti oleh perang dagang yang berkecamuk. Jika damai dagang secara permanen tak juga bisa dicapai, tentu tekanan terhadap perekonomian keduanya akan terus berlanjut.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)

Baca Juga :
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFAN FINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi