Dalam survei yang dilakukan Tankan di bulan September, BOJ telah merilis data pada prospek inflasi outlook yang menunjukkan kenaikan 1,5% dan sesuai dengan yang diharapkan pada CPI di tahun mendatang.

Dengan target inflasi yang BOJ berikan masih stabil sebesar 2% untuk periode di tahun fiscal 2015 yang berakhir pada 31 Maret 2016.

Pada perdagangan valuta asing, pasangan mata uang USDJPY diperdagangkan menguat 0,12% di level 109,02, dengan AUDUSD melonjak 0,41% di level 0,8769.

Sementara itu di Australia, neraca perdagangan Agustus naik $787 juta, dibandingkan dengan yang diharapkan untuk kenaikan sebesar $700 juta. Dan ijin mendirikan bangunan naik 3,0%, jauh di atas ekspetasi yang diharapkan kenaikan 1,0%.

Indeks Dollar yang melacak kinerja greenback versus sekeranjang mata uang utama lainnya, melemah 0,06% di level 85,95.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/bursa-saham-asia-anjlok-terseret-arus-penurunan-wall-street/