PT Rifan Financindo – TOKYO – Saham Asia akhirnya naik tipis di tengah penantian investor akan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) terkait keputusan suku bunga AS tahun ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen, kemudian Korea Selatan .KS11 dan Australia menguat dengan jumlah yang sama.

Jepang Nikkei N225 bergeser 0,4 persen karena yen menguat pada dolar. Seluruh dunia tampaknya tengah harap-harap cemas menjelang komentar dari Ketua Fed Janet Yellen pada pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Jumat nanti.

“Pasar tampaknya akan enggan bergerak sebelum Yellen memutuskan kenaikan suku bunga 2016 yang masih sangat mungkin,” tulis analis di ANZ dalam sebuah catatan melansir Reuters, Selasa (23/8/2016).

Sementara itu, di Wall Street, indeks Dow berakhir turun 0,12 persen, sedangkan S & P 500 kehilangan 0,06 persen dan Nasdaq .IXIC menguat 0,12 persen.

(rai)

Sumber : Okezone

 

Rupiah Rp13.209, Menguat Berkat Tax Amnesty

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat hari ini. Tercatat, Rupiah dibuka di level Rp13.212 dari penutupan sebelumnya Rp13.226 per USD.

Analis MNC Securities Victoria Venny mengatakan, program pengampunan pajak atau tax amnesty masih menjadi poin utama dalam pergerakan Rupiah. Pasalnya, banyak arus dana yang masuk ke Indonesia karena hal itu.

“Tax amnesty masih jadi poin utama untuk penguatan Rupiah. Tapi ekonomi Amerika juga bulan ini agak membaik. Jadi tarik menarik, karena dolar di sana juga menguat,” jelas dia kepada Okezone di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak menguat tipis 17 poin atau 0,13 persen ke level Rp13.209 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.202-13.217 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah bergerak datar di level Rp13.213 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah di angka Rp13.190 per USD hingga Rp13.213 per USD.

(rai)

Sumber : Okezone