RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Memasuki hari keempat, bursa Asia kembali memerah pada transaksi perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia-Pacific turun 0,1% menjadi 136,83. Ini merupakan level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual komoditas seiring meningkatnya kecemasan atas kemungkinan perlambatan ekonomi Tiongkok. Jika ekonomi Tiongkok melemah, dipastikan tingkat permintaan komoditas dunia pun akan ikut tergerus.

Disisi lain, harga minyak dunia masih melanjutkan penurunan. Demikian pula halnya dengan harga tembaga yang tertekan hingga ke level terendah sejak 2009. Selain itu, investor juga menunggu adanya petunjuk arah kebijakan the Federal Reserve terkait waktu pelaksanaan suku bunga acuan. Saat ini, tingkat kepercayaan investor bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada September semakin menurun menjadi 48% dari sebelumnya 50% pada pekan lalu.

?Ada dampak dari isu perlambatan ekonomi Tiongkok. Sementara, konsensus yang ada adalah the Fed akan menaikkan suku bunga pada September, namun ada petensi hal itu ditunda mengingat pasar global yang volatil,? jelas James Lindsay, strategist Nikko Asset Management NZ Ltd di Auckland.
Sementara itu, indeks Topix Jepang turun 0,4%, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1%, dan indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/bursa-asia-masih-kendor/