RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Bursa saham Asia turun pada awal Selasa setelah mencatat performa terburuk bulanan dalam tiga tahun dimana para investor bersiap untuk dirilisnya laporan dari Tiongkok yang bisa meningkatkan kekhawatiran baru tentang perekonomian negara tersebut.

Kerugian di Wall Street juga memperburuk sentimen setelah komentar dari Wakil Ketua The Fed, Stanley Fischer, meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai kepastian kenaikan bunga AS pada bulan September.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik sedikit pada awal perdagangan, setelah merosot lebih dari 10 persen di bulan Agustus di tengah kekhawatiran dari dampak global perlambatan momentum di Tiongkok.

Indeks saham Nikkei Jepang turun 0,9% pada awal perdagangan. Nikkei turun 8,2% pada Agustus yang merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Januari 2014. Saham Tiongkok tetap fokus, setelah Shanghai Composite Index dan indeks CSI300 tergelincir sekitar 12 persen pada bulan Agustus. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun sebesar 0,3% menjadi 1.934,44 poin. Di tempat lain di Asia, Australia S & P / ASX 200 mengikuti tren menurun dan tergelincir 0,7% lebih rendah untuk 5.173,20 poin.

Pasar saham Tiongkok kini telah kehilangan hampir 40 persen dari nilainya sejak pertengahan Juni.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/bursa-asia-lesu/