RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Kendati sudah mulai bangkit, guncangan di bursa saham Tiongkok masih menyisakan luka dalam. Sejak Tiongkok menurunkan alias mendevaluasi yuan, uang yang lari dari bursa saham Tiongkok mencapai US$ 5 triliun. Merosotnya bursa saham tidak cuma menyesakkan dada investor. Penelusuran Bloomberg, sekitar 1.300 perusahaan investasi atau hedge fund, gulung tikar sebagai akibat guncangan yang terjadi di bursa saham.

Guo Tao, Direksi Hedge Fund Talents Association mengatakan, sebagian besar atau 50% dari hedge fund yang bangkrut merupakan perusahaan yang baru meluncurkan produk baru pada tahun ini. Faktor utama kebangkrutan adalah manajer investasi tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi anjloknya bursa saham. Sebab, selama dua tahun terakhir bursa saham Tiongkok selalu mencatatkan untung.

Sebagai catatan tambahan, sepanjang tahun 2014 bursa saham Tiongkok telah naik 50% dan berlanjut rally sebesar 60% hingga pertengahan Juni, sebelum masa krisis datang. ?Manajer investasi yang baru bermunculan tidak memiliki kemampuan strategi yang kompleks,? ujar Alexis He, analis Z-Ben Advisors seperti dilansir Bloomberg, Rabu lalu.

Dari sisi dana kelolaan, industri hedge fund di Tiongkok menembus rekor CNY 1,62 triliun US$ 254 miliar. Booming industri hedge fund di Tiongkok turut ditopang oleh aturan yang longgar. Mengacu pada China Securities Regulatory Commission (CSRC), investor individu bisa mendirikan hedge fund dengan modal minimum CNY 5 juta. Sedangkan investor institusi harus memiliki modal sedikitnya CNY 10 juta.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/bursa-anjlok-hedged-fund-tiongkok-pada-jongkok/