LAMPUNG – Perum Bulog memastikan beras miskin (raskin) yang disalurkan ke Provinsi Lampung tidak rusak apalagi berkutu atau berbau. Hal ini mengingat beberapa keluhan warga di daerah lain mengenai raskin yang bau dan berkutu.

Kepala Bulog Divre Lampung Dindin Syamsudin meyakini raskin yang dibagikan ke warga bersih dan sehat. Pasalnya, Divre Lampung rutin melakukan penjagaan kualitas raskin.

“Di Lampung, saya jamin enggak akan ada beras yang jelek, jangankan jelek turun kualitas aja enggak karena penjagaan kualitas bagus,” kata dia kepada Okezone, Jumat (20/2/2016). (Baca Juga: Lampung Paling Lancar Bayar Tebusan Raskin)

Berbeda dengan daerah lain yang banyak dihujani protes dari warga. Dindin mengatakan, di Lampung tidak ada laporan dari warga yang menerima raskin jelek atau bau. Hanya saja, terkadang ada orang yang tidak seharusnya menerima raskin membeli raskin. Golongan mampu ini merasa kualitas raskin jelek.

“Insya Allah enggak akan ada keluhan raskin jelek bau, kecuali dia yang orang kaya beli raskin, bilang raskin jelek padahal dia bandingkan dengan beras premium,” cetusnya.

Di Provinsi Lampung, 8.065 ton beras raskin disalurkan ke 573.954 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Raskin di Provinsi Lampung didistribusikan ke 15 wilayah.

Antara lain, Bandar Lampung 828 ton, Tanggamus 690 ton, Pesawaran 570 ton, Pringsewu 292 ton, Kota Metro 83.010 kg, Lampung Tengah 1.339 ton, Lampung Timur 1.281 ton, Lampung Utara 841 ton, Lampung Barat 283 ton, Way Kanan 491 ton, Pesisir Barat 190 ton, Tulang Bawang 311 ton, Tulang Bawang Barat 170 ton, Mesuji 143 ton dan Lampung Selatan 1.089 ton.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/20/320/1393293/bulog-wajar-kalau-orang-kaya-bilang-raskin-jelek