PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku siap mencabut izin di mitra distributornya yang bermasalah.

Termasuk yang terjadi pada CV Semesta Berjaya. CV ini disebut mendapat rekomendasi impor gula oleh Ketua DPD RI Irman Gusman.

Plt Direktur Utama Perum Bulog Wahyu menegaskan, Bulog akan memberikan hukuman untuk CV Semesta Berjaya. Mengingat perusahaan tersebut terseret dalam kasus suap kuota impor gula.

“Kalau sanksinya apalagi dia punya masalah hukum bisa kita hentikan,” kata Wahyu di kantornya, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, Bulog sudah berusaha memanggil pihak CV Semesta Berjaya sejak beberapa hari lalu. Sayangnya hingga kini CV Semesta Berjaya masih belum memberikan laporan terkait hal tersebut.

“Sudah kita panggil sudah kita dua hari kemarin lakukan komunikasi,” sebutnya.

Pihaknya juga akan menelaah ulang dokumen CV Semesta Berjaya sebagai syarat mendapat izin distributor impor gula di Sumatera Barat. Menurutnya, perusahaan yang mendapat izin sebagai distributor Bulog harus memenuhi syarat antara lain memiliki NPWP, SIUP, dan kepemilikan gudang.

“Kita sedang pelajari tentang itu karena persyaratan,” tukas dia.

(rai, PT Rifan Financindo)

Sumber : Okezone

 

Banggar DPR Setujui Target Lifting Minyak Naik Jadi 815 Ribu Bph

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Badan Anggaran DPR RI menyetujui target lifting minyak yang semula 780 ribu barel per hari (bph) menjadi 815 ribu bph pada RAPBN 2017. Naiknya lifting minyak ini diterima SKK Migas.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, karena sudah diputuskan, SKK Migas siap merealisasikan target supaya lifting minyak sebesar 815 ribu bph di 2017 tercapai. Menurut Amien, peningkatan lifting minyak ini akan diperoleh dari Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu.

“Banyu Urip dinaikkan produksinya dari 165 ribu bph menjadi 200 ribu bph. Itu kerjaan SKK Migas untuk siapkan biar tercapai,”tutur Amien di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Amien menambahkan, sebenarnya produksi minyak tidak hanya bisa mengandalkan Banyu Urip saja. Jadi jelas, akan ada biaya tambahan untuk kegiatan eksplorasi agar dapat peroleh cadangan baru. Namun, tidak dijelaskan Amien berapa biaya eksplorasi tambahan cadangan minyak tersebut.

“Semua sudah dihitung ada risiko macam-macam ketemu 780 ribu bph, nah diputuskan 815 ribu bph tambahannya dari Banyu Urip,tapi kan ada kemungkinan lebih kurang. Jadi SKK Migas harus cari-cari kalau ada kekurangannya,”tuturnya.

(mrt)

Sumber : Okezone