PT Rifanfinancindo – JAKARTA ? BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) menargetkan penambahan 700 pegawai baru setiap tahun hingga 2018. BPJS TK juga mempersiapkan pengelolaan pegawai demi akuisisi 120 juta tenaga kerja di Indonesia.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki 4.447 pegawai dan akan terus ditambah demi akuisisi kepesertaan baru yang lebih luas. Setidaknya ada dua fokus bidang yang dibutuhkan pihaknya yaitu customer services, marketing office, dan hubungan kelembagaan. SDM di ketiga posisi ini akan mendapatkan giliran pertukaran sesuai kebutuhan.

?Penambahan karyawan butuh 600-700 orang tiap tahun hingga 2018 nanti. Setelah itu baru kami evaluasi kebutuhannya kembali. Aplikasi lamaran yang masuk hingga 152.000 dengan turnover yang kecil. Hal ini karena di dalam kami memiliki pengelolaan dan penawaran karier yang menarik,? ujar Naufal dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan BPJS TK memiliki peran sebagai jasa keuangan dan pelayanan sehingga butuh SDM yang berkualitas. SDM saat ini merupakan generasi milenial yang butuh perlakuan berbeda. BPJS TK juga membutuhkan SDM untuk inovasi di program pengembangan kepesertaan demi benefit seperti dengan Indomaret atau perbankan yang bisa dikembangkan. ?Kami punya Institut BPJS TK sejak 2016 dengan kapasitas 180 orang. Ke depannya kami akan jadikan itu sebagai pusat riset ketenagakerjaan. Kami akan gandeng UGM, Cambridge School di Inggris, dan program aktuaria IPB,? ujarnya.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan menerima penghargaan Best Employer Awards 2016 berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh AON Hewitt. Acara penghargaan ini diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski kemarin dan diserahkan kepada Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz. Hasil penilaian ini, menurut Naufal, didapatkan dari survei yang dilakukan AON Hewitt kepada karyawan BPJS Ketenagakerjaan beberapa waktu yang lalu serta studi terhadap praktik human capital di BPJS Ketenagakerjaan.

Dari survei dan studi tersebut didapatkan hasil yang menyatakan bahwa karyawan BPJS Ketenagakerjaan memiliki dedikasi yang tinggi dalam bekerja karena dukungan kebijakan manajemen dalam pengelolaan human capital. Menurut dia, penghargaan yang diberikan ini merupakan bentuk apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam memberi nilai lebih pada institusi, engagement kultur yang kuat dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang menginspirasi karyawan.

Naufal mengungkapkan, dalam mengelola sebanyak lebih dari 4.500 karyawan yang tersebar di seluruh unit kerja di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan mengelola SDM dengan menggunakan sistem human capital yang terintegrasi dan berbasis kompetensi serta didukung teknologi human capital information system (HCIS), mulai dari proses rekrutmen, assessment center, penilaian kinerja, dan talent management.

Menurut dia, sistem yang telah dibangun BPJS Ketenagakerjaan dapat mempersiapkan SDM yang handal dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan strategis jangka panjang sesuai sasaran institusi dan ukuran produktivitas yang diharapkan serta kebutuhan kompetensi di masa mendatang.

(rai)

Sumber : okezone