Rifanfinancindo – PALEMBANG – Pasca Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba bom nuklirnya, Analis memperkirakan dampaknya akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) agak tertekan. Akibatnya pelaku pasar cenderung menghindari investasi saham.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, usai kegaduhan yang dibuat Korea Utara melalui rangkaian uji coba bom hidrogen, akan membuat investor beralih dari pasar saham ke instrumen investasi yang lebih aman. Salah satu instrumen yang jadi incaran di tengah kondisi tersebut adalah emas.

“Kalau ada konflik terjadi tentu orang akan beralih dulu ke safe heaven, tentu akan melepas pasar saham masuk ke emas dan yen Jepang ya,” kata dia ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Hans menilai, sebenarnya tekanan yang dialami oleh IHSG sudah terjadi sejak minggu lalu. Hal itu karena bertambah panasnya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Korut. Pasca Korut menguji coba bom hidrogen, AS langsung merespons dengan ancaman serupa.

“Yang menyebabkan indeks turun ini sebenarnya kekhawatiran lebih potensi konflik Korea Utara dengan AS. Jadi berbagai hal yang dilancarkan Korea Utara ini memang menyebabkan saham turun,” kata dia lebih lanjut.

Namun dia menambahkan, selama konflik yang terjadi antara Korea Utara dan AS masih sebatas konflik regional dan tak berkembang lebih luas, diperkirakan IHSG tidak akan mengalami tekanan secara signifikan.

“Kalau terjadi perang itu memang ada pengaruh-pengaruh yang cukup besar juga ke kita. Karena kalau misalnya memang kalau dia perang ada senjata yang ditembakkan, ini akan berpengaruh pada trade (pasar) kita karena kapal (logistik) segala macan sulit bergerak,” tandasnya.

(kmj)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo