RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emiten produsen semen, PT Holcim Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 669 miliar atau turun sekitar 29,72% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya sebesar Rp 952 miliar.? Penurunan itu disebabkan karena kelebihan pasokan yang terjadi di pasar, dan tekanan dari kenaikan biaya selama tahun 2014 melebihi stimulus ekonomi dan keuntungan yang seharusnya didapatkan dari kapasitas baru.? Demikian disampaikan, ? Relationship Management Director PT Holcim Indonesia Tbk, ?Rusli Setiawan dalam siaran pers di Jakarta, Senin (9/3).

Menurut Rusli, meski laba menurun perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp 10,5 triliun untuk tahun buku 2014 dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya Rp 9,6 triliun.? Perseroan ?mampu mempertahankan pangsa pasar di atas 14% dengan peningkatan pendapatan penjualan sebesar 9% di tahun 2014. ?Diharapkan ?pemerintahan baru Indonesia dapat memberikan masa depan yang optimistis. Saat ini, Holcim Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan setiap peluang pasar yang ada. Perusahaan memastikan pembangunan pabrik kedua di Tuban akan selesai sesuai rencana.? Perseroan ?memulai operasional pabrik Tuban 1 pada 2014, dan pabrik Tuban 2 akan selesai dibangun pada 2015.

Direktur Hukum dan Korporasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Farida Helianti Sastrosatomo mengatakan, pada 31 Desember 2014, ?perseroan telah melakukan penambahan liabilitas terdiri dari pinjaman jangka pendek terhadap Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 370 miliar untuk keperluan kegiatan operasional.? Perseroan juga melakukan penambahan pinjaman jangka panjang terhadap PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia sebesar Rp 1 triliun, KfW IPEX-Bank GMBH sebesar Rp 775 miliar, Bank Cimb Niaga Tbk sebesar Rp 525 miliar dan Bank Mizuho Indonesia sebesar Rp 300 miliar untuk keperluan ekspansi Tuban.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/biaya-produksi-naik-laba-bersih-holcim-indonesia-terpangkas-2972/