JAKARTA – Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7 persen dan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 6,5 persen. Menurut Presiden Direktur dan CEO PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja, upaya pelonggaran moneter ini akan membuat kondisi perbankan lebih baik jika kondisi makro ekonomi pun berjalan baik.

“Upaya pelonggaran moneter, kami tangkap itu untuk tingkatkan produktivitas. Tapi ini tergantung kondisi makro. Regulator memberikan sinyal positif, diharapkan pertumbuhan perbankan lebih baik,” ucap Parwati dalam IDX Channel, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Dengan penurunan BI rate maupun GWM, lanjut Parwati mengungkapkan, akan terjadi persaingan yang lebih ‘asik’ dengan seluruh perbankan di Tanah Air.

“Memang kita lihat persaingan lebih asik, tapi persaingan bukan hanya suku bunga, tapi proses delivery kita ke nasabah, bisa langsung digarap dari semua sektor,” jelasnya.

Menurut Parwati, OCBC NISP pun mempunyai cara sendiri memberlakukan setiap nasabahnya. Tiap-tiap nasabah mempunyai permasalahannya, tetapi OCBC NISP sudah menyiapkan langkah dari masing-masing nasabah.

“Emang masing-masing nasabah beda masalahnya, beda-beda nasabah. Ini ada segmen ritel, UMKM, properti akan berbeda-berbeda jalurnya. Apa sih yang nasabah inginkan, yang dihargai dan tidak perlukan. Dari waktu ke waktu, cara ini solusi sesuai kebutuhan mereka,” paparnya.

Dirinya pun mencontohkan, dalam sektor kredit konsumer maupun KPR yang cukup slow down, namun pihaknya langsung membenahi dari sisi internal. Komposisi kredit terbesar OCBC NISP adalah sektor modal kerja mencapai 43 persen dan investasi 43 persen.

“Kalau kita bicara kredit, bukan hanya kredit kerja saat itu saja, tapi sebuah rangkaian, kami melihat dulu. Industri mana jangka panjangnya. Jadi dari penentuan market sendiri, sampai kebutuhan nasabah sendiri. Satu siklus,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, dengan kondisi makro yang luar biasa dan perubahan yang cepat, maka OCBC NISP pun terus melakuan review setiap satu bulan. Padahalnya, pihaknya melakukan review perkembangan bisnis perbankan setiap satu tahun sekali.

“Kondisi makro luar biasa, perubahan cepat, harga minyak cepat, kami fleksibel, sektor mana yang masuk, stay, dan pelan-pelan kita tinggalkan, kalau dulu mereview setahun sekali, tapi sekarang setiap bulan review,” tegasnya.

“Namun upaya pemerintah melonggarkan moneter dan kebijakan makro, membuat adanya percepatan ekonomi di 2016,” tukasnya.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/29/278/1323810/bi-rate-diturunkan-ceo-ocbc-nisp-persaingan-lebih-asik