PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintah akan segera melaksanakan UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Rencananya, UU ini akan mulai diterapkan pekan depan.

Dalam UU ini yang menjadi fokus pemerintah adalah pada raihan dana repatriasi. Sebab, dana yang diperkirakan akan masuk hingga Rp2000 triliun ini dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui skema investasi.

“Intinya tax amnesty ya di repatriasi itu,” kata Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Ken memastikan, besaran dana dari repatriasi dapat diakses secara bebas oleh masyarakat secara online. Namun, data yang disediakan tidak termasuk asal dana demi menjamin kerahasiaan data pada pendaftar program pengampunan pajak.

“Nanti kalian bisa lihat. Ini datanya terbuka untuk umum. Hari ini dapat repatrisi, uang tebusan berapa, bisa diakses. Tapi enggak ada data (asal dana repatriasi) ya, yang ada besarannya saja. Bisa monitor terus,” jelas Ken.

Ken pun menargetkan aliran dana yang masuk ke Indonesia dapat masuk dalam jumlah besar. Namun, Ken enggan menjelaskan siapa saja pihak yang akan mendaftar program pengampunan pajak ini hingga sejauh ini.

“(Targetnya) Sebanyak-banyaknya. (Untuk yang sudah berminat) enggak bisa saya sebutkan. Nanti kalian (lihat) di web, kan sudah banyak yang masuk. Saya enggak bisa sebutkan orangnya,” tutupnya.

(rzy)

Sumber : Okezone