Rifan Financindo – PALEMBANG – Guna memasyarakatkan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi siap menggerakkan pasar modal untuk semua sektor profesi masyarakat sehingga dapat meningkatkan jumlah investor pasar modal di wilayah kerjanya.

”Salah satu target yang akan kita lakukan adalah menggerakkan pasar modal di Jambi ini ke semua sektor profesi masyarakat, kalangan mahasiswa, swasta atau pun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan lainnya, ” kata Kepala BEI Perwakilan Jambi, Gusti Ngurah Sandiana di Jambi.

Berdasarkan data jumlah investor pasar modal yang dimilikinya itu, dia menjelaskan, ada beberapa profesi seperti PNS, TNI, Polri yang memang masih minim yang berkecimpung di dunia pasar modal.”Kami inginnya yang belum tersentuh di tahun lalu, bisa kami edukasi pada tahun ini,” ujar Gusti.

BEI Jambi, kata Gusti, tetap dituntut untuk gencar melakukan sosialisasi dan edukasi dengan memperbanyak jaringan kepada masyarakat agar mengetahui manfaat menjadi investor pasar modal.

Pada tahun ini, BEI Provinsi Jambi akan memperbanyak jaringan dan sosialisasi kepada kalangan PNS. Berdasarkan data yang ada, investor pasar modal di Jambi ini bila dilihat berdasarkan profesinya didominasi oleh karyawan swasta.”Kalangan PNS memang masih minim yang menjadi investor pasar modal sehingga tahun ini kita akan gencar mengedukasi kalangan tersebut,”tuturnya.

Sementara pada kinerja pada 2016, jumlah nilai transaksi pasar modal di Provinsi Jambi mencapai Rp1,1 triliun dengan jumlah investor di Jambi yang tercacat mencapai 3.259 investor. Transaksi pasar modal ini, menurut Gusti, setiap bulan jumlahnya fluktuasi tergantung kondisi perekonomian daerah, namun jika dilihat rata-rata nilai transaksi setiap bulannya yang tercatat mencapai Rp112 miliar.

Maka dengan jumlah nilai transaksi yang telah dibukukan tersebut, kata Gusti menunjukkan geliat pasar modal di Jambi terus mengalami perkembangan yang positif.”Kepercayaan (trust) masyarakat terhadap dunia pasar modal semakin dimengerti seiring sosialisasi dan edukasi yang terus gencar dilakukan oleh BEI sejak membuka kantor perwakilan di Jambi,”ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad pernah bilang, jumlah investor dalam negeri di berbagai instrumen investasi masih terbilang kecil.

Padahal, peran investor dalam negeri sangat dibutuhkan agar ketergantungan terhadap investor asing bisa berkurang. Menurut Muliaman, jumlah investor lokal di BEI merupakan yang paling sedikit di regional Asia Tenggara.”Jumlah investor di Indonesia dibanding jumlah penduduk kita masih sangat kecil, bahkan paling kecil di ASEAN,”ujarnya.

Selama ini, investor pasar modal Indonesia hanya berasal dari dua kota besar, yaitu Jakarta dan Surabaya. Masih banyak daerah lain yang belum memiliki basis investor yang kuat. Padahal, jika masing-masing daerah memiliki basis investor yang kuat, pembiayaan infrastruktur dalam negeri bisa diperoleh dari negeri sendiri.

(mrt)

Sumber : Okezone