PT Rifanfinancindo – JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi atas perdagangan saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) setelah perdagangan sahamnya dihentikan sementara.

“Suspensi atas perdagangan saham KAEF kembali dibuka di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi pertama 1 September 2016,” kata Kepala Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam pengumuman keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/9/2016).

Sebelumnya, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan saham KAEF dalam rangka cooling down, PT BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham KAEF pada perdagangan Rabu 31 Agustus 2016.

Penghentian sementara perdagangan saham KAEF tersebut dilakukan di pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Hal tersebut untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham KAEF.

Para pihak yang berkepentingan diimbau untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

(dni,Rifanfinancindo)

Sumber : okezone

 

GGGI Gelontorkan Investasi USD18,5 Juta

PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Global Green Growth Institute (GGGI) berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia meluncurkan fase II dari Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik mengatakan, fase II ini menggelontorkan investasi sebesar USD18,5 juta dalam bentuk konsultasi keahlian teknis bagi pemerintah maupun para pemangku kepentingan di Indonesia yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah Norwegia.

?Melalui kerja sama ini, kami berharap akan mampu menginisiasi, membangun, dan memperkuat semua komponen di negara ini, termasukpemerintah, masyarakat, kelompok madani dan sektor swasta untuk mendukung peran kepemimpinan Indonesia dalam membuat transisi hijau di tataran ekonomi global pada tahun 2030,? ujarnya di Jakarta.

GGGI adalah organisasi antar pemerintah yang bertujuan mendukung upaya Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi hijau. GGP berfokus pada pertumbuhan ekonomi hijau mulai dari tahap perencanaan demi mendukung aktivitas-aktivitas yang mampu menarik investasi di bidang energi, infrastruktur hijau dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta mitigasi penggunaan hutan dan lahan.

Direktur Jenderal GGGI Yvo de Boer mengatakan, program tiga tahunan ini melanjutkan kesuksesan fase I yang mampu menyelaraskan konsep pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam kerangka kerja perencanaan pembangunan Indonesia melalui adopsi Roadmap Pertumbuhan Hijau Nasional.

?Peluncuran fase II ini merupakan bukti keberhasilan penerapan GGP di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen para pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan untuk semua sektor di Indonesia,? tuturnya.

Hubungan antara Indonesia dengan GGGI dimulai pada 2003 di mana Indonesia merupakan salah satu penggagas dari pembentukan organisasi dengan keanggotaan 27 negara tersebut.

Melalui GGP Fase I di 2013, GGGI telah mendukung pemerintah Indonesia di berbagai tingkatan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pertumbuhan ekonomi hijau lintas sektor.

Termasuk membantu pemerintah untuk mengadopsi pendekatan sistematis demi meningkatkan investasi hijau. Pada fase I juga menciptakan instrumen penilaian investasi, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan di sektor kehutanan, penggunaan lagan, dan energi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, fase II akan berkontribusi dalam membantu meraih target-target pemerintah sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di ASEAN dalam pertumbuhan ekonomi hijau.

(dni)

Sumber : Okezone