PT Rifanfinancindo – JAKARTA ? Begitu besarnya minat antusias broker menampung dana repatriasi, memaksa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali menambahkan sepuluh sekuritas lagi yang bakal menjadi gateway dana repatriasi.

?Kami usulkan ada 10 sekuritas lagi,”kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini di Jakarta

Usulan tersebut nantinya masih perlu memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan. Belum berhenti sampai di situ. Relaksasi masih akan diberikan terkait kriterianya.

Selama ini, salah satu kriteria yang digunakan adalah soal kelayakan bottom line sekuritas yang layak menjadi gateway. “Tadinya pakai laba usaha, tapi sekarang pakai alternatif,” imbuh Hamdi.

Jadi, sebelumnya sudah ada 19 sekuritas yang menjadi gateway dana repatriasi. Sekuritas tersebut menggunakan laba usaha sebagai salah satu syarat kelayakan. Nah, untuk 10 sekuritas yang dicalonkan ini bisa menggunakan laba usaha atau laba bersih. Sebab, ada kalanya ketika laba usahanya positif tapi laba bersihnya negatif.

Sebaliknya, ada saat di mana laba usahanya negatif, tapi karena sekuritas yang bersangkutan punya pendapatan dari bisnis lain yang membuat laba bersihnya justru positif.

“Ini, kan, juga harus dipertimbangkan. Nantinya akan menggunakan pembukuan per 31 Desember. Tapi, ini bolanya ada di Kementerian Keuangan, perlu persetujuan dari sana,” jelas Hamdi.

Sementara, kriteria lain tidak berubah. Soal Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) masih tetap minimal Rp75 miliar. Lalu, sekuritas yang akan menjadi gateway juga tidak sedang terjerat kasus.

Mengingatkan saja, selain manajer investasi, sebelumnya sudah ada 19 sekuritas yang menjadi gateway. Mereka adalah, Sinarmas Sekuritas, Panin Sekuritas, CLSA Indonesia, Mandiri Sekuritas, CIMB Securities Indonesia, Trimegah Securities, RHB Securities Indonesia, Daewoo Securities Indonesia.

Selain itu, PT Bahana Securities Indonesia, Indo Premier Securities, UOB Kay Hian Securities, BNI Securities, Sucoreinvest Central Gani, Danpac Sekuritas, Panca Global Securities, MNC Securities, Pasicif Capital, Mega Capital Indonesia, dan Pratama Capital Indonesia.

Nantinya, dana repatriasi akan ditempatkan di rekening dana nasabah (RDN) khusus yang dilarang ditarik (lock up) selama tiga tahun dan juga dikontrol oleh Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto pernah bilang, saat ini pihaknya masih menunggu surat penunjukan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Namun demikian, mulai saat ini Panin Asset Management telah mulai melakukan edukasi dan sosialisasi tentang tax amnesty dan roadshow di beberapa kota.

Untuk menarik investor, Panin Asset Management memberikan sejumlah insentif dari Panin Sekuritas, seperti free crossing fee di mana nasabah tidak dikenakan biaya pemindahan saham, free brokerage fee nasabah tidak dikenakan fee transaksi untuk bertransaksi saham senilai harta repatriasi, tax amnesty consulting nasabah akan dibantu dalam melaksanakan program pengampunan pajak, dan investment advisor nasabah akan diberikan bantuan dalam memilih instrumen investasi di pasar modal.

(mrt)

Sumber : Okezone