RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Dalam segala hal, perencanaan yang baik merupakan hal yang sangat penting. Tanpa adanya perencanaan yang baik niscaya apapun yang dilakukan tidak akan berhasil. Jikapun berhasil, maka keberhasilan itu pun hanya bersifat sementara. Begitu pula dalam membangun sebuah perusahaan, corporate planning atau perencanaan perusahaan memiliki posisi yang sangat penting. Perencanaan tersebut bisa bersifat jangka panjang, menengah, maupun jangka pendek. Sebagai contoh, untuk memenangkan sebuah proyek misalnya, maka perusahaan perlu merencanakan cara kerja yang tepat. Sedangkan untuk selalu berada di posisi teratas dalam pemikiran masyarakat, perlu adanya perencanaan jangka panjang, seperti yang dilakukan salah satu merk air mineral di Indonesia.

Secara definitif, ada beberapa tipe corporate planning. Masing-masing tipe perencanaan tersebut dapat dilakukan satu persatu, sebagaian, atau dengan mengkombinasikan masing-masing perencanaan tersebut. Adapun penjelasan dari masing-masing perencanaan tersebut adalah sebagai berikut:

1.?Perencanaan Komperehensif

Secara pengertian, perencanaan komperehensif adalah sebuah perencanaan secara menyeluruh. Maksud dari menyeluruh adalah semua bagian atau komponen perusahaan akan dimasukkan kedalam sebuah rumusan garis besar perencanaan. Perencanaan ini sewajarnya dilaksakan pada saat awal pembangunan perusahaan. Dengan begitu pemilik perusahaan bisa merumuskan visi dan misi perusahaan secara jelas. Kemudian, berangkat dari perencanaan ini pula, sang pemilik, dapat mengatur kebutuhan biaya operasional perusahaan, kebutuhan sumber daya, kebutuhan karyawan, dan lain-lain. Perencanaan komprehensif biasanya untuk jangka panjang, misalnya 10 atau 25 tahun ke depan.

2.?Perencanaan Strategies

Sebagian besar jenis bisnis yang ada pada saat ini tidaklah unik. Tentunya, selalu ada kompetisi di dalamnya. Untuk memenangkan pasar dalam kompetensi tersebut disitulah dibutuhkan adanya sebuah perencanaan strategies. Sebagai contoh, anggaplah anda memiliki sebuah usaha toko di tengah-tengah komunitas yang memang sudah memiliki banyak toko. Di sini, pemilik toko harus memikirkan sebuah strategi atau corporate planning yang tepat untuk memancing pelanggan agar belanja di tokonya. Strategi tersebut mungkin bisa dilakukan dengan beragam cara, mungkin pemilik toko bisa memberikan diskon terhadap item dagangannya, atau mungkin bisa dengan menarik perhatian pelanggan dengan cara memainkan music dengan suara yang keras, dan lain-lain. Itu semua termasuk kedalam sebuah perencanaan strategis. Perencanaan strategis biasanya dibuat untuk jangka menengah, misalnya jangka waktu 5 tahun.

3. Perencanaan Operasional

Kegiatan perusahaan pastinya adalah kegiatan operasional. Manajemen perusahaan akan memikirkan bagaimana caranya menekan biaya operasional dari setiap produksi yang mereka kerjakan. Untuk itu diperlukan sebuah perencanaan yang disebut dengan perencanaan operasional. Corporate planning ini menyangkut memberikan penilaian terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan tersebut. Sehingga, setiap kegiatan operasional bisa menjadi sebuah kegiatan yang efektif dan juga efisien.

Kegiatan operasional ini juga menyangkut sumber daya manusia sebagai asset dari perusahaan. Jangan sampai ketersediaan sumber daya manusia melebihi dari kapasitas produksi perusahaan. Sehingga, biaya operasional membengkak, sementara kebutuhan produksi tidak begitu banyak. Akibatnya, banyak perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing, sehingga, perusahaan tidak perlu terus mempertahankan jumlah karyawan. Mereka bisa mengurangi atau menambah jumlah karyawan sesuai dengan kebutuhan produksi yang mereka butuhkan.

Dalam pelaksanaannya, setiap perencanaan memerlukan pemikiran yang matang. Perusahaan-perusahaan besar biasanya sudah memiliki divisi tersendiri yang bertugas untuk merencanakan dan juga memberikan penilaian terhadap kondisi perusahaan tersebut. Divisi ini akan memikirkan segala cara yang perlu dilaksanakan untuk mengembangkan perusahaan kepada arah yang lebih baik. Hasil dari pekerjaan mereka akan disampaikan kepada manajemen tinggi dan tertinggi perusahaan, untuk dibawa kedalam rapat yang membahas mengenai corporate planning dari perusahaan tersebut.