PT Rifanfinancindo – SEMARANG ? Sejumlah SPBU di Kota Semarang mulai tidak menjual bahan bakar minyak jenis premium.

Langkah ini menyusul adanya rencana pencabutan premium dari pasaran oleh Pertamina dalam waktu dekat. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, sejumlah SPBU tidak lagi melayani pembelian premium, seperti di SPBU Siliwangi, SPBU Indraprasta, SPBU Simongan, SPBU Kaligarang, dan sebagainya.

Di lokasi tersebut para pembeli premium terpaksa mencari alternatif lain seperti pertalite dan pertamax. Bahkan di SPBU Pamularsih, mesin yang biasanya melayani pembelian premium kemarin dibongkar. Alasannya, nanti nya mesin itu akan diganti dengan mesin untuk melayani penjualan pertamax.

?Memang ada wacana untuk menarik premium dari pasaran, tapi kami masih menjual premium untuk kendaraan roda empat. Sementara roda dua, pembelian premium memang sudah tidak dilayani sejak Se lasa (2/9) kemarin,? kata Supervisor SPBU Pamularsih, Agus Pambudi. Kondisi langkanya premium di pasaran dikeluhkan oleh se golongan masyarakat.

Mereka yang hendak mengisi kendaraannya dengan premium harus kecewa karena ternyata sudah tidak tersedia. Bahkan, ada juga pengendara roda dua yang marah-marah akibat tidak tersedianya premium tersebut. Menurut mereka, seharusnya pemerintah mengumumkan secara resmi jika memang premium akan dicabut dari pasaran.

?Tidak tahu apa-apa, tiba-tiba premium sudah tidak di perjualbelikan. Harusnya ada pemberitahuan melalui media massa agar masyarakat tidak kebingungan seperti ini,? kata Sunarto, 43, salah satu warga. Sunarto menambahkan, pihaknya tidak mengetahui premium akan dicabut dari pasaran.

Menurutnya, hal tersebut sebenarnya cukup menyulitkan masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah. ?Seharusnya kemunculan pertalite, pertamax, dan sebagainya dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat. Kalau seperti ini, seolah memaksa masyarakat untuk beralih ke pertalite dan pertamax,? ujarnya.

Di lain kesempatan, Manager Communication and Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng Suyanto mengakui bahwa pi haknya mulai tidak menjual premium di sejumlah SPBU di wilayah Jateng dan DIY. Hal ini dikarenakan permintaan premium yang terus menurun rata-rata 9.000 kiloliter per hari pada Juli dan 5.000 kiloliter per hari pada Agustus.

?Dari total 776 SPBU yang ada di wilayah Jateng DIY, saat ini setidaknya sudah ada 44 SPBU yang melakukan uji coba tidak menjual premium. Se jumlah SPBU yang tidak menjual premium, di antaranya SPBU Coco Kaligarang, SPBU Krobokan, SPBU Wolter Mangunsidi, SPBU Manunggal Jati, dan SPBU Kalipancur. Nantinya jumlah SPBU yang tidak menjual premium akan terus ditambah,? ujarnya.

(rai)

Sumber : Okezone