PT Rifan Financindo – JAKARTA ? PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) yang tidak memutuskan tidak membagikan dividen dari keuntungan laba tahun 2015. Alasannya, persaingan industri perbankan saat ini masih ketat, dan membuat pelaku bisnis industri perbankan terus memperkuat modal di samping meningkatkan pelayanan.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Bank Victoria Internasional Tbk sepakat untuk menahan laba bersih tahun 2015 sebagai dana cadangan dan laba ditahan. ?Tahun ini kami tidak membagikan dividen,” kata Direktur Utama BVIC Daniel Budirahayu.

Dia mengungkapkan, laba bersih yabg akan dijadikan laba ditahan sebesar Rp69,07 miliar dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp94,07 miliar. “Sisanya Rp25 miliar untuk pembentukan dana cadangan dalam memenuhi pasal 70 UU nomor 40 tahun 2007 tentang perusahaan terbatas,” ungkapnya.

Daniel menjelaskan, dengan kenaikan NPL dan memperkuat permodalan serta pertumbuhan bisnis tahun 2016 maka pihaknya meminta pemegang saham untuk menyetujui tidak ada pembagian dividen.

Menurutnya, RUPST juga memutuskan untuk mengangkat kembali pengurus perseroan dan mengangkat Rita Gosal Sebagai Direktur serta efektif setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan OJK.

Belum lama ini, PT Bank Victoria Tbk (BVIC) yang meluncurkan layanan internet dan mobile banking guna meningkatkan daya saing dalam pelayanan kepada nasabah. Direktur Operasional dan Sistem PT Bank Victoria Tbk, Rusli mengatakan, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memilih efektif dan efisien memaksa perseroan untuk menyeimbangkan layanannya dengan mengedepankan layanan digital untuk setiap transaksi bagi kemudahan nasabah.

?Berdasarkan riset menyebutkan hampir 90 persen nasabah melakukan transaksi melalui mobile banking dan sisanya 10 persen masih datang ke cabang. Melihat tren ini menjadi alasan bagi perseroan merilis produk layanan mobile banking.?ujarnya.

Perseroan menyadari betul pentingnya layanan mobile digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah saat ini, Maka tidak heran, tiap tahunnya perseroan akan terus menambah investasi produk dan teknologi. Disebutkan, investasi yang dikeluarkan perseroan untuk pengembangan teknologi informasi sebesar Rp20 miliar.

Asal tahu saja, dengan layanan digital banking ini, perseroan optimistis dapat meraih 100.000 nasabah baru hingga akhir tahun 2016.?Internet dan mobile banking diluncurkan melalui proses uji kelayakan yang detail dengan mengedepankan sisi keamanan dan kenyamanan,” kata Rusli.

Dia mengatakan, saat ini perseroan mendapat sekitar 2.000-2.500 nasabah baru per bulan. Adapun total nasabah hingga kini mencapai 62.000 orang. “Kami harapkan dengan tambahan fasilitas digital banking ini bisa menjadi 100.000 nasabah,” kata dia.

(mrt)

Sumber : Okezone