RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pada tahun 2017, PT Bank Index Selindo menargetkan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Aksi IPO ini sudah direncanakan sejak tahun 2013 namun tertunda karena masuknya investor baru, yaitu PT Creador Kapital.

Sementara itu, Komisaris Bank Index Joko Setiawan menjelaskan, pada saat IPO nanti, pemegang modal mayoritas bersedia untuk melepaskan saham sekitar 20-30% ke pasar. Namun bukan berarti dengan pelepasan saham ini, pemegang saham akan menjual Bank Index.

Presiden Direktur Bank Index Charlie Paulus mengatakan, persiapan IPO pada 2013 sudah mencapai 95% dengan tujuan agar bisa naik ke bank umum kegiatan usaha (BUKU) II. Namun, pada saat itu, Creador menawarkan diri untuk menyuntikkan modal sehingga IPO ditunda.? Creador adalah perusahaan private equity dan menanamkan investasinya sebesar Rp 290 miliar dengan kepemilikan saham 20% di Bank Index. Dengan masuknya Creador, kepemilikan saham Bank Index menjadi 56% dimiliki oleh PT Khazanah Indexindo, 20% oleh Creador, 19% oleh PT Asseta Selindo.

Selebihnya dimiliki oleh individu dengan kepemilikan masing-masing kurang dari 5%. Dengan masuknya Creador, Charlie menyebutkan, modal Bank Index mencapai Rp 900 miliar. Dengan nilai tersebut, Bank Index bisa dengan mudah masuk ke BUKU II.? Untuk mencapai Rp 1 triliun, kami bisa mengandalkan laba ditahan.

Menurut Charlie, dengan sudah menjadi bank BUKU II, tujuan IPO nanti sudah tidak lagi sekadar mencari dana untuk naik tingkat. IPO akan terkait dengan ekspansi perusahaan untuk mempertahankan portofolio bisnisnya yang fokus di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).? Kendati Creador sudah menjadi pemegang saham di Bank Index, Charlie melanjutkan, perseroan tetap akan mempertahankan portofolio bisnisnya di UMKM. Hal itu pula yang menjadi alasan Bank Index mau menerima Creador karena mendukung pola bisnisnya.? Di saat bersamaan banyak investor yang berniat masuk ke Bank Index seperti Timur Tengah, Tiongkok, Korea, dan Eropa.

Tahun ini, perseroan tetap mempertahankan segmen UMKM dengan porsi kredit di angka 70%. Sisanya disalurkan dengan skema channeling ke multifinance dan bank perkreditan rakyat (BPR).? Secara total, pada 2015, penyaluran kredit perseroan ditargetkan mencapai Rp 6 triliun, naik dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 4,56 triliun.

Perseroan ?menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 6,5 triliun pada 2015, tumbuh 24,5% dibandingkan 2014 yang mencapai Rp 5,22 triliun. Sedangkan dari sisi aset ditargetkan mencapai Rp 7,6 triliun, naik 21% dibandingkan 2014 yang sebesar Rp 6,26 triliun.? Pada 2014, perolehan laba perseroan Rp 94 miliar. Nilai tersebut masih banyak dikontribusi dari pendapatan bunga bersih yang sebesar Rp 260 miliar. Sedangkan pendapatan berbasis biaya mencapai Rp 19 miliar.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/bank-index-selindo-rencanakan-ipo-pada-2017-2/