PT Rifan Financindo – TRENGGALEK – Sebanyak delapan kepala daerah yang mendapat lampu hijau pemerintah pusat terkait pendirian bandar udara baru di wilayah selatan ternyata belum bersepakat soal lokasi.

Apakah bandara komersial baru itu di wilayah Kabupaten Pacitan, Kediri atau Blitar, masih dalam perdebatan. Menurut Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, selaku juru bicara delapan kepala daerah, memasrahkan sepenuhnya pada hasil survei dan kajian Kementerian Perhubungan.

?Kalau dulu pernah ada usulan di Pacitan, Kediri dan Blitar. Namun persisnya di mana belum ada, ?ujar Emil kepada wartawan.

Pemerintah pusat telah merespons usulan pendirian fasilitas transportasi bandar udara yang disampaikan delapan bupati dan wali kota kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Perhubungan Ingasius Jonan pun mengumumkan rencana pembangunan bandara baru di Jawa Timur. Rencana itu tindak lanjut dari surat pernyataan bersama delapan kepala daerah kepada Menkopolhukam Luhut saat berkunjung ke Kabupaten Ponorogo bulan puasa lalu. Pemerintah menargetkan pembangunan tuntas dalam dua tahun dengan anggaran APBN sebesar Rp700 miliar.

?Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Menkopolhukam, Menhub, Setkab, dan TNI setelah menerima pernyataan bersama kami,? kata Emil Meski belum memiliki kepastian lokasi, Emil menyebut Kabupaten Tulungagung bagian selatan bisa menjadi opsi bandara baru.

Tulungagung dinilai cukup strategis dan representatif mengingat posisinya berada di tengah bagi delapan kota dan kabupaten pengusul bandara baru.

?Tulungagung di bagian selatan cukup strategis,? ucap Emil. Menurut Emil delapan kepala daerah siap bekerja sama dengan Kementrian Perhubungan.

Kedelapan kepala daerah yang menginisiasi bandara baru itu yakni di antaranya Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak; Bupati Madiun Muhtarom; Bupati Magetan Sumantri; Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar; Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni; Bupati Pacitan Indartato; Bupati Tulungagung Syahri Mulyo; dan Bupati Blitar Rijanto. Menanggapi hal itu Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji mengatakan, telah menyiapkan lahan khusus di wilayah Kecamatan Campurdarat.

Lokasi ini berada di kawasan pantai selatan Popoh yang hanya berjarak lima kilometer dari Jalur Lintas Selatan. Hanya saja status lahan masih bercampur dengan kas desa dan warga.

?Namun dijamin tidak ada kendala dalam pembebasan. Lokasi ini strategis untuk bandara,? ujarnya. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengumumkan rencana pembangunan bandara baru di Jawa Timur.

Rencananya, bandara tersebut akan kelar diselesaikan dalam dua tahun pembangunan dengan anggaran Rp700 miliar dari APBN. Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut atas penyampaian surat pernyataan bersama delapan kepala daerah kepada Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung di Ponorogo bulan Ramadan lalu.

(dni)

Sumber : Okezone