JAKARTA – Membuka perdagangan setelah libur panjang Tahun Baru China diperkirakan nilai tukar Rupiah akan bergerak positif. Penguatan Rupiah ini diprediksi masih akan ditopang beragam sentimen positif.

Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada, mengatakan harga minyak mentah dunia diyakini akan kembali terus menguat. Hal itu akan membuat mata uang dolar Amerika Serikat akan semakin tertekan. Dia pun memprediksi mata uang Garuda hari ini akan bergerak pada level support Rp13.650 per USD dan resistance Rp13.630 per USD

“Kembali bergeraknya harga minyak dunia di zona positif membuat mata uang safe heaven kembali menunjukkan pelemahannya. Terlihat pelaku pasar masih memanfaatkan celah setelah Rupiah bergerak positif pada perdagangan sebelumnya,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (9/2/2016).

Namun dia juga melihat kecenderungan penguatan harga minyak dunia akan semakin terbatas. namun hal itu tidak akan mempengaruhi penguatan Rupiah. Pasalnya Rupiah juga akan ditopang oleh sentimen positif dari data PDB 2015

“kenaikan GDP 2015 turut menambah sentimen positif pada Rupiah. Namun dikarenakan harga minyak yang sangat fluktuatif membuat pelaku pasar akan melakukan aksi hit & run hingga produksi minyak dunia terkonfirmasi akan dipangkas oleh negara-negara besar penghasil minyak jika memang di realisasi. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah,” pungkasnya.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/08/278/1307369/awali-tahun-monyet-api-rupiah-bakal-menguat-terbatas