JAKARTA – PT Asuransi Kresna Mitra Tbk akan meningkatkan pendapatan premi hingga Rp500 miliar pada 2016. Angka ini merupakan perkiraan yang optimistis meskipun kondisi makro ekonomi masih banyak tantangannya.

?Tahun ini tantangan tidak lebih mudah dibandingkan tahun lalu. Tapi kita yakin pendapatan premi akan meningkat di atas 5 persen,? kata Direktur Utama Asuransi Kresna Mitra, Cholil Hasan di Jakarta.

Asuransi jiwa dan asuransi umum memiliki kecenderungan mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Peningkatan pada 2016 ini diperkirakan mencapai sekitar 5 persen atau sejajar dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Dia menyatakan sesuai dengan rencana bisnis perseroan yang baru maka seluruh evaluasi akan terus dilakukan.

?Kami akan mengevaluasi pada mitra-mitra yang selama ini kurang memberikan manfaat kepada perseroan. Kami akan evaluasi bengkel-bengkel mobil yang selama ini kurang memberikan manfaat bagi pendapatan perseroan,? ujarnya.

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan pergantian nama perseroan. Dulu bernama PT Asuransi Mitra Maparya Tbk dan sekarang bernama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk atau bisa disebut Kresna Insurance. Nama baru ini merupakan bagian dari masuknya perseroan ke dalam grup Kresna pada 2014 lalu. Ini bagian grup usaha melakukan konsolidasi demi memperkuat kinerja.

Kata Cholil, adanya identitas baru ini akan semakin membuat perseroan fokus pada peningkatan kinerja yang optimal dengan menjaga keseimbangan dalam aspek profitabilitas, produktivitas, dan kualitas operasional. Pihaknya akan memperkuat fungsi underwriting yang optimal dan pelayanan kepada nasabah.

?Saat ini kesehatan keuangan yang ideal juga akan dipertahankan untuk menjaga kelangsungan bisnis. RBC akan dijaga di kisaran 180-200 persen,” tuturnya.

Direktur Marketing Jemmy Atmadja menyatakan momentum pergantian nama perusahaan akan menandai upaya konsolidasi internal untuk mendapatkan premi yang berkualitas. Sementara dari sisi pemasaran, Kresna Insurance akan makin meningkatkan optimalisasi diversifikasi portofolio bisnis.

Cara yang ditempuh memalui jalur pemasaran dengan memperkuat kerja sama di kanal brokerage, agensi, direct client, dan kemitraan dengan lembaga keuangan lain.

(mrt)

Sumber : Okezone