Rifanfinancindo – PALEMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan tengah mencari sumber-sumber daya baru guna menambah cadangan emas perseroan.

Bekerja sama dengan perusahaan tambang asal Australia, Newcrest Mining, Antam melakukan eksplorasi di sejumlah daerah di Papua, Sulawesi, Sumatera, Jawa, dan Sumbawa. Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, kebanyakan dari lokasi yang tengah dijajaki berada di luar area tambang.

Selain itu, ada pula lokasi cadangan yang berada dalam wilayah taman nasional sehingga butuh koordinasi dengan banyak pihak sebelum perusahaan dapat melakukan operasi lebih lanjut di daerah tersebut. ”Untuk wilayah yang berada di luar daerah tambang, kita sudah menemui sejumlah kepala daerah untuk mendorong agar dapat segera melakukan pelelangan izin usaha pertambangan di daerah yang bersangkutan,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan data perusahaan, per akhir 2016 cadangan emas Antam sebesar 3,1 juta dry metric ton (DMT) dengan sumber daya emas sebesar 3,3 juta DMT. Sementara, rata-rata usia tambang perseroan 8,6 tahun. Jumlah cadangan tersebut turun dibanding 2015 sebanyak 4,3 juta DMT dengan rata-rata usia tambang 9,7 tahun.

Produksi emas perusahaan berasal dari Tambang Pongkor di Bogor, Jawa Barat, dan Tambang Cibaliung di Banten yang pada kuartal I/2017 memproduksi sebanyak 594 kg emas (19.097 oz), naik 24% dibanding periode yang sama tahun lalu. Komoditas emas merupakan kontributor terbesar dari penjualan perusahaan.

Tercatat, pada kuartal I/2017 Antam membukukan nilai penjualan sebesar Rp1,65 triliun. Dari jumlah itu, sebesar 70% atau Rp1,16 triliun berasal dari penjualan emas Kontributor penjualan kedua terbesar berasal dari feronikel, yakni sebesar Rp365 miliar atau 22% dari penjualan bersih pada periode tersebut.

Sementara sisanya disumbangkan oleh bauksit. Mengenai kinerja, hingga kuartal I/2017, Antam antara lain mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,64 miliar, naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

(kmj)

Sumber : Okezone