RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emiten jasa penyewaan menara telekomunikasi, PT Inti Bangun Sejahtera (IBST) tengah menjajaki pinjaman hingga sebesar Rp 1,5 triliun. Mayoritas pinjaman dialokasikan untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi. Sesuai rencana, perseroan akan mengombinasikan pinjaman sindikasi bank (syndication loan)?dan pinjaman langsung?(direct loan). Perseroan menargetkan pinjaman tersebut dapat diperoleh pada awal semester II-2015.

Sementara itu, Direktur Keuangan Inti Bangun Trisno Herman Dinijanto mengatakan, saat ini, perseroan masih dalam tahap pengajuan pinjaman. Untuk pinjaman sindikasi, nilainya sebesar Rp 1 triliun. Rata-rata bunga yang ditawarkan berkisar 12% per tahun dengan tenor lima tahun. Saat ini, perseroan masih terus bernegosiasi untuk mendapatkan tenor 5-8 tahun. Sementara itu, untuk pinjaman langsung, emiten penyedia menara telekomunikasi tersebut mengincar pinjaman sekitar Rp 500 miliar.

Saat ini, perseroan membidik tiga perusahaan menara telekomunikasi.? Ada perusahaan yang menawarkan menara di bawah 100, di bawah 500, ada yang di bawah 1.000. Tiga perusahaan itu sekarang dalam proses?due diligence.? Adapun lokasi tiga perusahaan menara tersebut berdekatan dengan lokasi operasional perseroan.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Inti Bangun Andrie Tjioe mengatakan, tahun ini, perseroan menargetkan mampu membangun 4.000 menara baru di kota-kota besar. Menara-menara tersebut terdiri atas menara satu kaki maupun empat kaki. ?Menara kaki empat, rerata nilai investasi sekitar Rp 1 miliar. Kalau yang kaki satu sekitar hanya seperempatnya, sekitar Rp 250 juta.? Perseroan akan lebih fokus membangun menara kaki satu. Hal ini dikarenakan menara kaki satu yang diperuntukkan sebagai?street level pole?memiliki permintaan yang lebih tinggi.

Menurut Andrie, pada semester I-2015, perseroan tengah menyelesaikan pembangunan 500 menara baru. Sekitar 400 menara tergolong menara kaki satu. Sisanya yakni menara kaki empat. ???Per Desember 2014, perseroan tercatat memiliki 2.185 menara atau tumbuh 8,5% dibandingkan jumlah menara 2013 sebanyak 2.014 unit. Sedangkan jumlah?tenant?tahun lalu mencapai 3.291 atau naik 3,5% dibandingkan 2013 sebanyak 3.178. Adapun rasio kolokasi hingga akhir tahun lalu masih dipertahankan pada level 1,51.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/akuisisi-menara-bts-inti-bangun-sejahtera-jajaki-pinjaman-sindikasi/