‘Hilal’ Kebangkitan Emas Belum Keliatan, Adanya Nyungsep!

Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) - PT Rifan
Foto: Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Rifan – Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan hari ini. Ke depan, bagaimanakah kira-kira nasib harga sang logam mulia?

Pada Kamis (2/12/2021)pukul 07:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.781,24/troy ons. Turun tipis 0,08% dari posisi hari sebelumnya.

Harga emas seakan sulit bergerak signifikan selama beberapa hari terakhir. Dalam seminggu ini, harga emas bergerak terbatas, hanya turun 0,42% secara point-to-point.

Sayangnya, ‘hilal’ pertanda kebangkitan harga belum terlihat. Ya, harga emas kemungkinan masih akan melanjutkan tren koreksi.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan jatuh menuju US$ 1.758/troy ons. Ini bisa kejadian kalau harga menembus ke bawah titik support US$ 1.780/troy ons.

emasSumber: Reuters

“Dalam beberapa hari ke depan, harga emas mungkin akan ‘longsor’ menuju US$ 1.720/troy ons. Proyeksi bearish belum berubah,” tegas Wang dalam risetnya.

Melihat perdagangan harian, Wang menilai saat ini harga emas sedang berada di gelombang C. Gelombang ini bisa membawa harga ke US$ 1.632/troy ons. Oleh karena harga sudah berada di bawah US$ 1.783/troy ons, maka target US$ 1.632/troy ons cukup masuk akal.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)

Pucuk Dicinta Ulam Tiba, Harga Emas Akhirnya Melesat Juga!

Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan – Harga emas dunia akhirnya mampu mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (1/12) setelah dua hari sebelumnya selalu dibanting turun ketika berusaha menanjak. Tekanan bagi emas sebenarnya masih besar sebab ada kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga lebih cepat.

Melansir data Refinitiv, emas pada perdagangan Rabu berakhir di US$ 1.782,66/troy ons, melesat 0,5% di pasar spot. Di hari sebelumnya, emas sempat melambung lebih dari 1,3% sebelum kena “smash” ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, hingga akhirnya berbalik melemah 0,6%.

Powell kemarin mengatakan bisa mempercepat laju tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) yang membuat emas terpuruk.

xau

“Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal,” kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Jika tapering dipercepat, ada peluang The Fed juga menaikkan suku bunga lebih awal. Jika itu terjadi, harga emas dunia berisiko rontok.

Tetapi, banyak analis melihat pernyataan Powell tersebut hanya akan menekan emas untuk sementara.

“Pernyataan Powell memberikan hambatan bagi emas untuk jangka pendek, tetapi tidak akan memberikan dampak panjang sebab dipercepatnya tapering sudah diantisipasi pasar,” kata Harshal Barot, konsultan senior Metals Focus, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (1/12).

“Masih banyak ketidakpastian di pertumbuhan ekonomi akibat varian terbaru virus corona serta apakah tingginya inflasi hanya sementara atau akan berlangsung lama, hal itu akan menahan penurunan emas lebih dalam,” tambahnya.

Sementara itu analis dari Credit Suisse melihat The Fed akan menaikkan suku bunga di semester II-2022. Lebih lambat ketimbang spekulasi pasar yakni kenaikan di bulan Juni 2022.

Analis tersebut melihat imbal hasil (yield) riil masih akan negatif cukup dalam sebelum The Fed menaikkan suku bunga.

“The Fed akan menaikkan suku bunga satu kali di semester II 2022, dan antara saat ini hingga ke kenaikan tersebut inflasi kemungkinan akan terus menajak, dan yield riil masih negatif dalam, sehingga akan menopang kenaikan emas,” kata analis tersebut dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Harga Emas Sudah Naik 6% Lebih, Awas Jatuh!

FILE PHOTO: Gold bars are seen in this picture illustration taken at the Istanbul Gold Refinery in Istanbul March 12, 2013.  REUTERS/Murad Sezer/File Photo - PT Rifan
Ilustrasi Emas Batangan (REUTERS/Murad Sezer)

PT Rifan – Harga emas dunia bergerak naik di perdagangan pasar spot pagi ini. Harga sang logam mulia memang sedang dalam tren menanjak.

Pada Kamis (18/11/2021) pukul 07:52 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.870,14/troy ons. Naik 0,17% dari hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas menutup hari di US$ 1.866,96/troy ons, naik 0,92%. Dalam sepekan terakhir, harga naik 1,11%. Selama sebulan ke belakang, kenaikan harganya mencapai 6,46%.

Hari ini, sepertinya harga emas masih bisa naik lagi. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di US$ 1.877-1.886/troy ons.

Namun investor kudu waspada karena ada risiko menuju level support di kisaran US$ 1.859-1.849/troy ons. “Harga emas berisiko menuju titik support di US$ 1.849/troy ons. Jika tertembus, maka bisa jatuh lagi menuju US$ 1.831/troy ons,” sebut Wang dalam riset hariannya.

emasSumber: Reuters

Dalam beberapa hari ke depan, lanjut Wang, harga emas kemungkinan akan terperosok ke arah US$ 1.817-1.831/troy ons. Jika benar harga bergerak ke sana, maka titik resistance baru ada di US$ 1.859/troy ons yang jika tertembus bisa naik lagi ke US$ 1.869/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Ada yang Bilang Harga Emas Bakal ke US$ 1.900/Oz! Menarik…

[Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia) - PT Rifan
Foto: [Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia)
PT Rifan – Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Mungkin investor hanya gatal mencairkan cuan, karena harga sang logam mulia sudah naik selama berhari-hari.

Pada Jumat (12/11/2021) pukul 07:37 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.859,3/troy ons. Turun 0,12% dari hari sebelumnya.

Koreksi pagi ini terjadi setelah harga emas menjalani reli panjang. Sebelumnya, harga emas sudah naik selama enam hari beruntun. Dalam enam hari tersebut, kenaikan harga mencapai 5,19%.

Lonjakan harga emas terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap percepatan laju inflasi global. Di Amerika Serikat (AS), misalnya, laju inflasi pada Oktober 2021 mencapai 6.2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah rekor tercepat sejak Oktober 1990.

Dalam situasi inflasi tinggi, berinvestasi di emas menjadi menguntungkan karena sifat alamiahnya sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi. Menyimpan emas akan membantu menopang daya beli ketika inflasi tinggi, karena dalam jangka panjang harga emas pasti naik. Pasokan emas terbatas, hanya segini saja yang dikasih sama Tuhan, makanya harga pasti bakal naik.

“Sekali lagi, data inflasi begitu ‘panas’. Emas adalah pelindung inflasi yang terbaik, sehingga kami meyakini data inflasi akan menjadi modal reli harga emas pada pekan dan bulan-bulan mendatang,” tegas David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, seperti dikutip dari Reuters.

“Data inflasi kemungkinan akan menjadi dorongan bagi harga emas untuk menuju ke level US$ 1.900/troy ons,” tambah Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, juga dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Dolar Kurang ‘Jamu Kuat’, Saatnya Borong Emas!

Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) - PT Rifan
Foto: Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Rifan – Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Sepertinya investor mengambil untung dengan menjual kontrak emas, yang harganya memang naik akhir-akhir ini.

Pada Selasa (9/11/2021) pukul 05:19 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.823,7/troy ons. Turun tipis 0,05% dari hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas ditutup di US$ 1.824,55/troy ons, naik 0,43% dari posisi akhir pekan lalu. Ini membuat harga sang logam mulia naik selama tiga hari perdagangan beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga naik 3,11%.

Oleh karena itu, wajar saja investor ingin mencairkan cuan tersebut. Aksi ambil untung (profit taking) ini membuat harga terkoreksi.

Harga Emas Masih Bisa Naik Lagi

Namun sepertinya ruang kebangkitan harga emas terbuka lebar. Sebab, nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan. Pada pukul 05:26 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,29%.

Harga emas dan dolar AS punya hubungan bernabding terbalik. Saat dolar AS lesu, maka emas justru melaju. Demikian pula sebaliknya.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Begitu mata uang Negeri Paman Sam melemah, maka emas enjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas naik, harga pun terungkit.

Kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang masih akomodatif membuat dolar AS kekurangan ‘jamu kuat’. Pekan lalu, ketua Jerome ‘Jay’ Powell mengumumkan The Fed akan mulai mengurangi pembelian aset (tapering off) pada bulan ini. Pengurangan itu sebesar US$ 15 miliar, pesis seperti ekspektasi pasar.

Namun suku bunga acuan tetap bertahan rendah di dekat 0%. Powell menegaskan bahwa sekarang belum saatnya bicara kenaikan suku bunga acuan. Tidak hanya di AS, bank sentral Inggris (BoE) juga menahan suku bunga acuan, saat pasar memperkirakan terjadi kenaikan 15 basis poin (bps).

Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals, menyatakan kebijakan moneter global yang masih cenderung akomodatif membuat arus modal masih mengarah ke emas. Sebab, di tengah tekanan inflasi yang semakin tinggi, emas bisa menjadi instrumen lindung nilai (hedging) dari gerusan inflasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Bursa Asia Dibuka Mixed, Hang Seng Ambles, STI Menghijau!

A man walks past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko) - PT Rifan
Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

PT Rifan – Bursa Asia dibuka cenderung beragam pada perdagangan Jumat (5/11/2021), di tengah masih positifnya dua indeks saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/11/2021) waktu setempat.

Hanya indeks Straits Times Singapura dan KOSPI Korea Selatan yang dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini. Indeks saham Negeri Singa dibuka menguat 0,34% dan indeks saham Negeri Ginseng dibuka naik 0,1%.

Sementara sisanya dibuka di zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,29%, Hang Seng Hong Kong ambles 1,08%, dan Shanghai Composite China terkoreksi 0,23%.

Cenderung beragamnya pergerakan pasar saham Asia pada pada hari ini terjadi di tengah kembali positifnya dua indeks saham di bursa AS, Wall Street pada penutupan pasar dini hari tadi waktu Indonesia.

Dua indeks tersebut yakni indeks S&P 500 yang menguat 0,42% ke level 4.680,13 dan Nasdaq Composite yang melesat 0,81% ke 15.940,31. S&P 500 dan Nasdaq pun kembali membukukan rekor tertingginya sepanjang sejarah.

Tetapi untuk indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun tipis 0,09% ke level 36.124,23 pada penutupan pasar dini hari tadi waktu Indonesia.

DJIA turun karena terseret saham-saham perbankan yang melemah. Harga saham JPMorgan Chase & Co turun 1,31% sementara Goldman Sachs terpangkas 2,35%.

Saham-saham perbankan di AS merespons negatif arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang mengarah ke hawkish. Kemarin, Ketua The Fed, Jerome Powell memutuskan untuk mulai mengurangi pembelian surat berharga atau tapering off senilai US$ 15 miliar.

Sejak tahun lalu, The Fed memborong surat berharga di pasar senilai US$ 120 miliar setiap bulannya untuk merangsang perekonomian Negeri Paman Sam yang terpuruk akibat serangan pandemi virus corona (Covid-19).

Kini perekonomian AS mulai pulih, tekanan inflasi kian terasa karena peningkatan permintaan. The Fed pun memutuskan sudah saatnya mengurangi dosis stimulus.

Apabila pembelian surat berharga oleh The Fed berkurang US$ 15 miliar setiap bulannya, maka program ini akan selesai dalam delapan bulan. Setelah itu kemungkinan The Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan. Artinya, bukan tidak mungkin kenaikan Federal Funds Rate akan terjadi pada semester II-2022.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan biaya dana perbankan. Laba akan tergerus, dan menjadi sentimen negatif bagi emiten di sektor ini.

Di lain sisi, kebangkitan ekonomi Negeri Adidaya semakin nyata dari data ketenagakerjaan terbaru. Pada pekan yang berakhir 30 Oktober 2021, jumlah klaim tunjangan pengangguran tercatat 269.000. Turun dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 283.000 dan lebih rendah ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 275.000.

Klaim tunjangan pengangguran menyentuh titik terendah sejak Maret 2020. Ini berarti pasar tenaga kerja AS mulai pulih seperti masa sebelum pandemi.

Sementara itu pada hari ini, US Bureau of Labor Statistics akan merilis data penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll/NFP) sekitar pukul 08:30 waktu AS atau pukul 19:30 WIB.

Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan perekonomian AS menciptakan 450.000 lapangan kerja non-pertanian pada Oktober 2021. Jauh lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 194.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA (chd/chd)

Masa Depan Cerah! Harga Emas Bakal Nanjak, Gan…

Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) - PT Rifan
Foto: Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Rifan – Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Ke depan, bagaimana nasib harga sang logam mulia?

Pada Rabu (27/11/2021) pukul 07:29 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.793,55/troy ons. Naik tipis 0,05% dari hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas ditutup di US$ 1.792,63/troy ons, melemah 0,82%. Koreksi ini terjadi setelah harga emas selama lima hari perdagangan beruntun. Dalam lima hari tersebut, harga naik 1,59%.

Ke depan, ada harapan harga emas bakal naik lagi. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan menguji titik resistance US$ 1.814/troy ons. Jika tertembus, maka harga akan naik lagi menuju ke US$ 1.826/troy ons.

“Harga emas sedang mengarungi gelombang E. Gelombang ini bisa membawa harga emas ke arah US$ 1.826/troy ons,” sebut Wang dalam risetnya.

emas
Sumber: Reuters

Setelah menyentuh US% 1.813,64/troy ons pada 22 Oktober 2021, lanjut Wang, harga emas memang cenderung turun. Namun sekarang tren itu sudah berbalik.

“Sebelumnya, harga emas gagal menembus titik resistance US$ 1.828/troy ons, mungkin dalam waktu dekat akan berhasil. Penembusan di titik itu bisa membawa harga bergerak ke arah US$ 1.916/troy ons,” tambah Wang.

emas
Sumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Jumat Berkah! Harga Emas Naik Pagi Ini & Bisa Naik Lagi…

Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) - PT Rifan
Foto: Toko Emas Bintang di Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Rifan – Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan hari ini. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Pada Jumat (22/10/2021) pukul 06:55 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.785,12/troy ons. Naik 0,18% dari hari sebelumnya,

Dalam sepekan terakhir, harga emas terkoreksi 0,57% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga masih naik 0,99%.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas punya peluang untuk naik lagi. Dia menilai target harga di US$ 1.795-1.798/troy ons cukup realistis.
emas
Sumber: Reuters

“Setelah harga berhasil naik dari posisi US$ 1.758/troy ons, ternyata trennya lebih kuat dari perkiraan. Tren kenaikan ini akan terdiri dari lima gelombang, di mana gelombang E adalah puncaknya,” sebut Wang dalam risetnya.

Gelombang E, lanjut Wang, akan membawa harga emas menuju target resistance US$ 1.800/troy ons. Ketika target ini tertembus, maka harga bisa naik sampai lagi ke rentang US$ 1.828-1.862/troy ons.

emas
Sumber: Reuters

Sementara titik support harga emas ada di US$ 1.776/troy ons. Penembusan ke bawah titik ini akan membawa harga turun ke kisaran US$ 1.757-1.764/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Kabar Buruk! Harga Emas Anjlok Pagi Ini, ke Depan Makin Jatuh

A gold bar is pictured in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan
Ilustrasi Emas Batangan (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan – Harga emas dunia anjlok pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimana prospek harga sang logam mulia?

Pada Senin (18/10/2021) pukul 06:54 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.771,25/troy ons. Ambles 1,35% dari posisi akhir pekan lalu.

Ada kabar kurang sedap. Rasanya koreksi harga emas masih mungkin terjadi.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan menguji titik support US$ 1.783/troy ons. Jika titik ini tertembus, maka harga bisa turun lebih dalam ke rentang US$ 1.770-1.776/troy ons.
emas
Sumber: Reuters

“Setelah harga melesat pada Rabu pekan lalu, emas kehilangan momentum. Harga bergerak zigzag, mengindikasikan tren pembalikan,” sebut Wang dalam risetnya.

Apabila harga emas berhasil bangkit dan menembus ke atas US$ 1.803/troy ons, lanjut Wang, maka ada kemungkinan harga naik ke kisaran US$ 1.807-1.814/troy ons. Namun ruang kenaikan menabrak ‘dinding’ tebal, karena harus melalui titik resistance US$ 1.800/troy ons.

Oleh karena itu, Wang menilai harga emas lebih berisiko jatuh. Rentang harga emas kemungkinan berada di US$ 1.739-1.773/troy ons.

emas
Sumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Harga Emas Bergerak Ogah-ogahan

Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) - PT Rifan
Ilustrasi Emas Perhiasan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT Rifan – Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan pagi hari ini. Well, memang sulit berharap harga emas bisa naik tinggi.

Pada Rabu (13/10/2021) pukul 07:41 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.760,25/troy ons. Naik tipis hampir flat 0,02% dari hari sebelumnya.

Gerak harga emas memang agak ogah-ogahan. Dalam seminggu terakhir, harga sang logam mulia terkoreksi 0,13% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga turun 2,44%.

Tren koreksi sepertinya masih akan membayangi harga emas. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di US$ 1.748-1.743/troy ons. Harga emas akan mencoba menguji level resistance di kisaran US$ 1.768-1.776/troy ons.

“Harga emas sudah stabil di sekitar titik support US$ 1.748/troy ons. Kini saatnya menguji level resistance,” sebut Wang dalam risetnya.

Namun jika harga emas malah turun ke titik support, lanjut Wang, maka ada risiko ‘longsor’ ke arah US$ 1.724/troy ons.

Saat ini, tambah Wang, kunci bagi harga emas adalah bisa menyentuh US$ 1.773/troy ons. Apabila gagal menyentuh titik ini, maka ada kemungkinan harga akan turun menuju US$ 1.739/troy ons, terlihat dari pola shooting star yang terbentuk pada 8 Oktober 2021.

emas
Sumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan