Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Rifan Financindo – Pergerakan harga emas sangat sensitif dengan gerak dolar AS. Hal inilah yang memicu terjadinya volatilitas tinggi harga logam kuning itu sebulan terakhir.

Pada awal pekan ini, Senin (7/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat. Pada 08.45 WIB, harga logam kuning itu dibanderol di US$ 1.937,8/troy ons atau menguat 0,3% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu.

 

Minggu lalu emas terkoreksi 2% akibat dolar AS yang menguat. Data tenaga kerja yang ciamik membuat indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang lainnya naik.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada 1,7 juta lapangan kerja (nonfarm payrolls) di bulan lalu. Hal ini menyebabkan tingkat pengangguran di AS turun ke tingkat 8%. Alhasil, indeks dolar pun bangkit. Emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut menjadi tertekan.

Namun banyak pihak yang masih memandang bullish prospek emas untuk jangka panjang, setidaknya hingga tahun depan. Outlook positif emas jangka panjang memang tidak bisa ditampikkan.

Kondisi makroekonomi yang suram, kebijakan moneter ultra-longgar, suku bunga riil yang sudah negatif hingga neraca bank sentral terutama bank sentral AS (The Fed) yang menggelembung menjadi faktor yang mengokohkan fundamental emas.

Narasi ini pun belum berubah. Emas sebagai aset safe haven serta lindung nilai (hedging) menjadi diburu ketika kondisi ekonomi global dipenuhi risiko ketidakpastian tinggi serta adanya ancaman inflasi yang lebih tinggi hingga kinerja aset investasi lain yang buruk.

Wallet Investor, suatu perusahaan rintisan data analytics yang terspesialisasi dengan proyeksi harga berbagai produk keuangan memprediksi harga emas bisa kembali tembus US$ 2.000 di tahun 2021.

Wallet Investor, memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 2.243/troy ons di akhir tahun depan. Itu artinya potensi upside emas dari posisi sekarang adalah 15,7%. Namun ingat! Meski fundamental emas dinilai masih kokoh, perkiraan harga ini tidak bisa dijadikan patokan utama mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Bagi investor yang ingin membeli emas, sangat disarankan untuk melakukan studi komprehensif dan membeli pada momentum yang tepat. Bagaimanapun juga gerak volatil emas berpotensi berlanjut mengingat dolar juga masih fluktuatif dan harga sedang konsolidasi pasca tembus level tertinggi sepanjang sejarah.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan