Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo – Harga emas melorot lagi pada pagi hari ini, Kamis (27/8/2020). Perkembangan terbaru vaksin corona oleh Moderna menjadi salah satu pemicu amblesnya harga emas.

Pada 09.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,52% ke US$ 1.943,3/troy ons. Padahal di saat yang sama indeks dolar juga sedang melemah 0,1%. Pelemahan dolar AS seharusnya menjadi kabar positif yang mengerek naik harga logam kuning ini. Namun kenyataannya berbeda.

Risk appetite investor sedang bagus. Penyebabnya adalah kabar baik seputar kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Moderna.

Moderna, perusahaan farmasi asal AS, mengumumkan bahwa vaksin buatan mereka menunjukkan pembentukan imunitas yang sama bagi orang tua maupun muda. Saat ini vaksin buatan Moderna sudah memasuki uji coba tahap III.

Moderna menyebutkan, respons pembentukan imun di relawan berusia antara 56-70 tahun dan di atas 70 tahun sama seperti yang terjadi di kelompok usia 18-55 tahun. Data ini disampaikan dalam rapat Komite Penasihat Imunisasi AS.

Artinya, vaksin buatan Moderna boleh dibilang cespleng alias manjur untuk sebagian besar populasi. Ini tentu menjadi kabar gembira buat investor (dan dunia), perang melawan virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut bisa dimenangkan.

Perkembangan ini membuat investor berani bermain agresif, ogah main aman. Arus modal pun mengalir ke instrumen berisiko dan menjauhi aset-aset aman (safe haven) seperti emas.

Di sisi lain saat ini pasar juga masih menunggu pernyataan ketua bank sentral AS the Fed Jerome Powell yang rencananya akan memberikan pidatonya dalam acara Jackson Hole Symposium hari ini.

Pelaku pasar berharap Powell akan memberikan gambaran terkait kebijakan moneter AS serta outlook inflasi ke depan. Tentu hal ini merupakan hal yang penting mengingat emas merupakan aset lindung nilai (hedging) dari depresiasi nilai tukar, inflasi dan juga buruknya performa jenis aset yang lain.

Bagaimanapun juga prospek emas jangka panjang dinilai masih positif dengan adanya tensi geopolitik yang tinggi, suku bunga riil yang rendah hingga ancaman inflasi ke depan yang lebih tinggi.

Namun beberapa faktor yang bisa memicu harga emas turun lebih lanjut adalah penguatan dolar AS, rilis data ekonomi yang bagus dan perkembangan vaksin corona yang menunjukkan hasil menjanjikan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan