Federal Reserve Chair Jerome Powell arrives to speak at a news conference after the Federal Open Market Committee meeting, Wednesday, Dec. 11, 2019, in Washington. The Federal Reserve is leaving its benchmark interest rate alone and signaling that it expects to keep low rates unchanged through next year. (AP Photo/Jacquelyn Martin) - Rifan Financindo

Foto: Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Jerome Powell (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Rifan Financindo – Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga stabil.

Ini terungkap dalam hasil rapat the Federal Open Market Committe (FOMC) yang dirilis Rabu (29/7/2020), guna menentukan kebijakan moneter AS ke depan.

The Fed juga mempertahankan pembelian obligasi dan serangkaian program pinjaman serta likuiditas terkait respon pada virus corona.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan ‘alat’ kami untuk mendukung ekonomi di lingkungan yang menantang ini,” kata Gubernur The Fed Jerome Paul, sebagaimana ditulis CNBC International, Kamis (30/7/2020).

Kondisi pertumbuhan ekonomi AS dilihat lebih baik. Namun tetap dirasa belum normal.

“Aktivitas ekonomi dan lapangan kerja telah meningkat beberapa bulan terakhir. Namun masih di bawah level,” tulis The Fed.

“Permintaan yang lebih lemah dan harga minyak yang rendah menahan inflasi harga konsumen.”

“Secara keseluruhan kondisi keuangan telah membaik dalam beberapa bulan terakhir, sebagian mencerminkan langkah-langkah mendukung ekonomi dan aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis AS.”

Saat ini tingkat suku bunga AS berada di kisaran 0%-0,25%. Suku bunga akan berada di level yang sama sampai pejabat yakin ekonomi telah berada di jalur yang sesuai.

Tidak terlihat apakah ada potensi The Fed merubah suku bunga. Termasuk sinyal suku bunga ke negatif.

Sementara itu, dalam pernyataan yang sama, The Fed juga menegaskan arah ekonomi akan sangat bergantung pada penanganan pandemi.

“Ini sangat mendasar,” ujar Powell menambahkan dalam konferensi pers.

Sebelumnya pada pertemuan Juni, The Fed memberi prediksi penurunan ekonomi hingga 6,5% (median). Namun ekonomi akan meningkat 5% di 2021 dan 3,5% di 2022.

Selain suku bunga, The Fed juga akan memperpanjang swab likuiditas dolar dan operasi repo sementara hingga 31 Maret 2021.

Swap lines diberlakukan untuk menjaga dolar AS agar terus tersedia ke entitas yang membutuhkan dana.

The Fed mengatakan ini tidak mencerminkan masalah di pasar namun lebih ke jaminan bahwa bank sentral akan mempertahankan swap lines serta operasi peminjaman dan likuiditasnya selama dibutuhkan. (sef/sef)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan