Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan Financindo Berjangka

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo Berjangka – Reli tak terbendung adalah kata yang menggambarkan harga emas saat ini. Kemarin cetak rekor tertinggi sepanjang masa, hari ini Selasa (28/7/2020) masih lanjut menguat dan cetak rekor baru.

Pada 07.35 WIB harga emas dunia di pasar spot menguat 1,12% ke US$ 1.963,63/troy ons. Pada perdagangan kemarin, harga emas di pasar spot ditutup di US$ 1.941,88/troy ons dan menjadi rekor tertinggi barunya dalam sejarah melampaui level sebelumnya pada 2011 di US$ 1.920/troy ons.

Kenaikan harga emas ini sejalan dengan survei yang dilakukan Kitco kepada para analis Wall Street maupun konsumen di Main Street. Dari 14 analis Wall Street yang disurvei 11 orang (79%) memperkirakan harga emas masih naik. Dua orang analis (14%) memperkirakan terjadi penurunan dan satu analis netral (7%).

Sebanyak 1.870 responden terlibat dalam survei yang dilakukan Kitco terhadap Main Street. Dari jumlah tersebut, 1.334 responden, atau 72%, memperkirakan harga emas naik minggu ini. Sebanyak 317 lainnya atau 17% mengatakan akan lebih rendah, dan ada 219 responden atau 12% netral.

Kenaikan harga emas salah satunya dipicu oleh ketegangan Washington-Beijing yang kembalitereskalasi. Eskalasi tensi geopolitik terus terjadi di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tak kunjung mereda.

Konflik terbaru antara kedua belah pihak dipicu oleh AS yang menginstruksikan penutupan konsulat China di Houston pekan lalu tepatnya pada Selasa (21/7/2020). Langkah tersebut diambil pemerintah AS dengan dalih China telah melakukan spionase dan pencurian kekayaan intelektual Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan BBC, instruksi tersebut datang setelah beredar video orang tak dikenal terekam sedang membakar sebuah dokumen di konsulat China yang berlokasi di Houston.

Aksi sepihak itu jelas memancing kemarahan China. Dalam sebuah konferensi, juru bicara kementerian China, Wang Wenbin menuding langkah AS yang menutup konsulat China di Houston tersebut dianggap sebagai ‘gado-gado kebohongan anti-China’.

Lebih lanjut, Wenbin juga mengatakan bahwa penyataan Mike Pompeo dipenuhi dengan bias ideologi serta mentalitas perang dingin. Sebagai aksi balasan, China akhirnya menginstruksikan penutupan konsulat AS di Chengdu pada akhir pekan lalu, Jumat (24/7/2020).

Di sisi lain fundamental emas memang kokoh. Rendahnya suku bunga acuan dan juga inflasi membuat suku bunga riil di AS kini telah berada di teritori negatif. Selain itu, injeksi likuiditas melalui program pembelian aset keuangan (QE) seperti surat utang pemerintah hingga efek beragun aset KPR (MBS) membuat dolar AS melemah.

Pelemahan dolar tercermin dari penurunan indeks dolar yang mengukur mata uang greenback di hadapan enam mata uang lainnya. Indeks dolar kini berada di level terendahnya dalam dua tahun terakhir.

Depresiasi dolar jelas menguntungkan bagi emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut. Hal ini membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing.

Masifnya stimulus ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah dan bank sentral pada akhirnya rawan menimbulkan inflasi yang tinggi di masa depan.

Kabar terbaru kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar parlemen di AS) mengajukan proposal paket stimulus baru bernilai US$ 1 triliun untuk menyelamatkan perekonomian AS dari kejatuhan yang lebih dalam.

Emas yang berperan sebagai aset lindung nilai terhadap devaluasi mata uang pun akhirnya diburu dan membuat harganya melesat tinggi. Untuk saat ini harga emas berpotensi besar untuk menyentuh level psikologis selanjutnya yaitu US$ 2.000/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan