Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo – Harga emas memang melemah tipis pada pagi hari Senin (20/7/2020). Namun survei yang dilakukan Kitco menunjukkan bahwa harga logam mulia tersebut masih berpotensi naik pekan ini.

Pada 08.45 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,11% ke US$ 1.807/troy ons. Pada akhir minggu lalu, harga bullion dibanderol di US$ 1.809/troy ons.

Survei yang dilakukan Kitco terhadap 16 analis Wall Street menunjukkan bahwa harga emas diperkirakan masih mampu naik di minggu ini oleh 11 orang (69%). Sebanyak 6% berpandangan bahwa harga emas berpotensi terkoreksi sementara sisanya 25% memperkirakan harga emas bergerak sideways.

Survei serupa yang dilakukan secara online kepada 1.642 responden juga menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Sebanyak 60% responden beranggapan harga emas masih bisa naik pekan ini, 21% netral dan 19% memproyeksi harga emas bakal lebih rendah.

Kendati harga emas masih susah untuk keluar dari level US$ 1.800/troy ons, para analis melihat bahwa pasar masih memiliki banyak momentum teknikal dan fundamental yang kuat.

“Ketika harga turun biasanya akan ada aksi beli yang menunjukkan bahwa pasar memang kokoh” kata Bob Haberkorn, broker komoditas senir di RJO Futures. “Saat ini harga emas sedang konsolidasi, tapi kita akan melihat harga emas naik minggu depan” tambahnya kepada Kitco pada pekan lalu.

Emas sebagai aset minim risiko (safe haven) menjadi banyak diburu ketika kondisi sedang tidak kondusif seperti sekarang ini. Ketidakpastian yang tinggi membuat investor memburu emas.

Ancaman dari tak kunjung usainya pandemi hingga tingginya tensi geopolitik antar negara terutama antara Washington-Beijing juga turut mendongkrak harga emas mampu tembus rekor ke level psikologis US$ 1.800.

Pandangan bahwa harga emas masih berpotensi menguat pekan ini juga disampaikan oleh Chairman dan CEO Adrian Day Asset Management, Adrian Day. “Sejak orang-orang membeli emas untuk asuransi atau lindung nilai (hedge), harga menjadi kurang penting, sehingga harga emas dapat menguat signifikan” katanya.

Berdasarkan para analis, salah satu faktor yang akan memicu harga emas untuk naik lebih tinggi dalam kurun waktu dekat ini adalah pelemahan dolar AS.

Ahli strategi senior LaSalle Futures Group mengatakan bahwa kemungkinan adanya stimulus baru dari pemerintah AS untuk menyelamatkan perekonomian dari kejatuhan akibat pandemi akan menjadi pemberat dolar AS dan mendukung harga emas.

“Saya pikir Anda harus lebih bullish pada emas karena terjadi reli di pasar dari uang murah yang dilepaskan ke ekonomi, “katanya

Selain pelemahan dolar AS, faktor yang memicu harga emas bisa terdongkrak lebih tinggi adalah reli di pasar saham. Hal ini disampaikan langsung oleh President Darin Newsom.

“Saat ini tidak ada alasan untuk membeli dolar” kata Darin Newsom. “Sehingga uang akan terus mengalir ke emas sebagai cara untuk melindungi diri dari dorongan penguatan harga-harga saham. Saat ini Anda tak dapat menemukan tren, saya melihat harga emas naik lebih tinggi” tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CBNC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan