FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo - Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan ditampilkan di Hatton Garden Metals, London pada 21 July 2015 (REUTERS/Neil Hall/File Photo)

Rifan Financindo – Langkah harga emas untuk mencetak ke rekor tertinggi barunya kian mulus. Harga emas semalam ditutup di atas US$ 1.780 per troy ons.

Pada pagi hari Selasa (7/7/2020), harga logam mulia emas di pasar spot menguat tipis 0,02%. Namun semalam harga emas naik 0,49%. Pada 08.50 WIB harga emas ditransaksikan di US$ 1.784,11/troy ons.

 

Penguatan harga emas dipicu oleh kekhawatiran yang masih dirasakan oleh investor dan pelaku pasar seputar perkembangan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Data kompilasi John Hopkins University CSSE menunjukkan jumlah penderita Covid-19 secara global sudah tembus lebih dari 11,5 juta orang. Lebih dari 537 ribu orang terenggut jiwanya.

India kini sudah menyalip Russia menjadi negara dengan jumlah kasus ketiga terbanyak di dunia. Di Amerika Serikat (AS), ada 15 negara bagian yang melaporkan rekor tambahan jumlah kasus baru infeksi Covid-19.

Hal ini membuat pelaku pasar kembali khawatir mengingat bar dan restoran harus kembali tutup meski sektor jasa AS di bulan Juni mengalami ekspansi kembali ke level sebelum pandemi.

Sementara itu di Jepang, data Kementerian Dalam Negeri & Komunikasinya menunjukkan konsumsi masyarakat Negeri Sakura masih mengalami kontraksi.

Bahkan konsumsi masyarakat Jepang di bulan Mei mengalami kontraksi hingga 16,2% (yoy). Kontraksi di bulan Mei menandai penurunan selama 4 bulan berturut-turut di tahun ini.

“Investor menjadi ragu akan pemulihan tetap berjalan resilien mengingat kita mengalami kemunduran.. dan kita mungkin akan mengalami periode pemulihan yang lebih lama, dan hal tersebut mendukung harga emas” kata Edward Moya, senior market analyst di broker OANDA.

“Risiko terbesar saat ini adalah, jika data terus menunjukkan hasil yang baik kemungkinan akan mengurangi tambahan stimulus” tambah Moya seperti dikabarkan Reuters.

Namun dengan rendahnya suku bunga acuan, aksi pembelian aset-aset keuangan hingga pemberian pinjaman langsung ke sektor riil oleh bank sentral global dan stimulus fiskal pemerintah pusat dinilai dapat memicu inflasi yang tinggi di masa depan.

Dengan tembusnya harga emas di atas US$ 1.780 per troy ons, maka langkah bullion untuk tembus ke level US$ 1.800 akan menjadi lebih mudah.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CBNC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan