FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo - PT Rifan Financindo Berjangka

Foto: Emas Batangan ditampilkan di Hatton Garden Metals, London pada 21 July 2015 (REUTERS/Neil Hall/File Photo)

PT Rifan Financindo Berjangka – Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang bagus membuat selera investor terhadap risiko membaik. Logam mulia emas yang sedang berada di rentang tertingginya ditransaksikan flat pagi ini, Jumat (3/7/2020).

Pada 08.10 WIB harga emas dunia di pasar spot nyaris tak bergerak dengan pelemahan tipis sebesar 0,02% ke US$ 1.774,86/troy ons.

 

Tanda-tanda kebangkitan ekonomi AS mulai terlihat. Semalam Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan terjadi kenaikan lapangan pekerjaan di bulan Juni. Angka penciptaan lapangan pekerjaan (non-farm payrolls) bertambah 4,8 juta.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang meprediksi bakal ada 2,9 juta lapangan kerja yang tercipta di bulan lalu. Tingkat pengangguran di AS pun turun menjadi 11,1% dan lebih baik dari perkiraan ekonom di level 12,4%.

Tingkat pengangguran di AS juga membaik dibanding dua bulan sebelumnya. Departemen Tenaga Kerja AS mencatat tingkat pengangguran di AS bulan April mencapai 14,7% dan membaik di bulan Mei menjadi 13,3% setelah 2,5 juta lapangan kerja tercipta.

Bulan lalu, para ekonom memproyeksikan akan ada 8 juta pekerjaan yang hilang. Namun realita yang terjadi justru sebaliknya. Ada tambahan 2,5 juta pekerjaan seiring dengan relaksasi lockdown di berbagai negara bagian.

Meski data yang bagus ini membuat pasar jadi sumringah, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim tunjangan awal pengangguran AS pada pekan lalu mencapai 1,427 juta. Lebih tinggi dari estimasi ekonom yang disurvei Dow Jones di 1,38 juta.

Data klaim berkelanjutan yang menghitung jumlah orang yang menerima tunjangan pengangguran untuk beberapa minggu juga naik 59 ribu menjadi 19,29 juta.

“Ini merupakan suatu kejutan bagi ekspektasi pasar” kata Christian Scherrmann, seorang ekonom AS di DWS, melansir CNBC Internationa. “Apa yang kita lihat pada Mei dan Juni merupakan cetak biru untuk pemulihan yang cepat, tetapi hanya jika situasi terkait virus dapat terkontrol” tambahnya.

Namun untuk saat ini jumlah kasus baru Covid-19 bukannya menurun malah makin bertambah di berbagai negara. Pada 1 Juli 2020, AS melaporkan pertambahan lebih dari 50 ribu jumlah kasus baru dalam sehari.

Secara global naiknya infeksi harian mencapai 218,6 ribu dan menjadi rekor tertinggi yang paling baru sejak wabah mulai merebak. Jumlah pengidap Covid-19 secara total juga semakin mendekati angka 10 juta orang. Sementara jumlah korban meninggal mencapai 520.605 orang berdasarkan data John Hopkins University.

Di sisi lain tensi geopolitik antara AS dengan China juga kembali muncul ke permukaan setelah Presiden Xi Jinping menandatangani Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong.

Reuters melaporkan DPR AS (the House) mengeluarkan rancangan undang-undang pada hari Rabu yang akan menghukum bank jika melakukan bisnis dengan pejabat Cina yang menerapkan undang-undang keamanan nasional baru Beijing yang kejam yang dikenakan pada bekas jajahan Inggris yakni Hong Kong.

China menanggapi dengan mengatakan Amerika Serikat harus berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan memperingatkan bahwa mereka akan dengan tegas menolak.

DPR AS sudah bulat, hal ini mencerminkan kekhawatiran Washington atas hilangnya otonomi yang memungkinkan Hong Kong berkembang sebagai kota paling bebas di China dan pusat keuangan internasional.

Senat AS juga meloloskan undang-undang serupa pekan lalu. Namun di bawah aturan kongres, RUU harus kembali ke Senat dan disahkan di sana sebelum dikirim ke Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump untuk menandatangani undang-undang tersebut.

Ketua DPR Nancy Pelosi memberikan padangannya di depan komite yang membahas situasi di Hong Kong dan mengatakan undang-undang keamanan tersebut menandai kematian prinsip “satu negara, dua sistem”.

“Undang-undang itu adalah tindakan brutal, tindakan keras terhadap rakyat Hong Kong, yang dimaksudkan untuk menghancurkan kebebasan yang dijanjikan,” katanya dalam jajak pendapat Komite Luar Negeri DPR.

“Amerika Serikat harus berhenti meloloskan RUU itu, apalagi menandatangani atau menerapkannya” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian. “Kalau tidak, China akan secara tegas menentang,” katanya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan UU Keamanan Nasional Hong Kong merupakan penghinaan bagi semua negara dan Washington akan terus menerapkan arahan Trump untuk mengakhiri status khusus terhadap wilayah itu.

Negeri Paman Sam mulai mencabut status khusus Hong Kong dengan menghentikan ekspor pertahanan dan membatasi akses bagi wilayah itu ke produk-produk teknologi tinggi milik AS.

Meski ada berita bagus, tetapi ada juga sentimen negatif yang mengimbangi. Hal ini membuat harga emas galau bergerak pagi ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)