Emas Koreksi Tipis, tapi Masih Kuat di Level US$ 1.600/Oz - Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Rifan Financindo Harga emas dunia di pasar spot melorot tipis pada perdagangan pagi ini usai kemarin ditutup dengan penguatan signifikan.

Pada Selasa (7/4/2020) harga emas dunia di pasar spot turun 0,16% ke level 1.659,2/troy ons (Oz). Walau tergelincir, saat ini harga emas masih cukup perkasa di atas level US$ 1.600/troy ons. Kemarin harga emas melesat secara signifikan hingga 2,8% dalam sehari.

Ada indikasi profit taking yang membayangi ketika emas mencatatkan kenaikan yang tinggi. Selain itu kabar baik yang berseliweran di pasar juga jadi faktor yang memberatkan harga emas untuk naik lebih tinggi.

Kabar baik pertama adalah mulai melambatnya jumlah kasus infeksi virus corona secara global dalam beberapa hari terakhir. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan dalam kurun waktu 20 Januari-6 April rata-rata pertumbuhan jumlah kasus corona adalah 12.52% per hari. Sejak 24 Maret, pertumbuhan jumlah kasus baru sudah di bawah itu yakni 9,67%. Bahkan dalam delapan hari terakhir pertumbuhan kasus baru per harinya sudah satu digit.

Kabar baik kedua datang dari Negeri Paman Sam. Gambaran hari-hari yang akan datang memang masih tampak suram. Namun Presiden AS ke-45 mengatakan ada harapan bagi AS. “Ada cahaya luar biasa di ujung terowongan,” kata Trump saat konferensi pers Gedung Putih, melansir CNBC Internasional.

“Saat ini, ada sepuluh perusahaan farmasi yangi berbeda sedang aktif dalam uji coba dan beberapa terlihat sangat sukses,” katanya. “Tapi mereka harus melalui proses dan itu akan menjadi proses cepat berdasarkan apa yang dikatakan FDA kepada saya.” Dia mengatakan 15 obat potensial akan diuji klinis, “jadi kemajuannya dengan cepat.”

Kabar positif lainnya adalah Arab Saudi dan Rusia dikabarkan kembali mesra sehingga OPEC+ kemungkinan besar bakal menyepakati rencana pengurangan produksi minyak sebanyak 10 juta barel/hari atau sekitar 10% dari pasokan dunia.

“Saya rasa pasar mengerti bahwa kesepakatan ini sangat penting untuk menciptakan stabilitas. Kami sudah sangat dekat,” ungkap Kiril Dmitriev, Kepala Sovereign Wealth Fund Rusia, seperti diberitakan CNBC International.

OPEC+ berencana mengadakan pertemuan di Arab Saudi pada 9 April. Jika hubungan Riyadh-Moskow terus harmonis, maka perang harga minyak akan berakhir dan satu risiko besar di perekonomian dunia bisa terhapus.

Kabar positif di atas membuat risk appetite investor kembali dan membuat bursa saham global menghijau, Wall Street dini hari tadi dan pasar Asia pagi ini. Namun dampak dari corona tak satu negara pun dapat mengelak.

Wabah corona masih jadi ancaman paling mengerikan bagi perekonomian global. Resesi global sudah ada di depan mata. Reuters, dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 50 ekonom, melaporkan median pertumbuhan ekonomi global tahun ini diramal di angka 1,2%.

Padahal survei yang serupa tiga pekan sebelumnya menunjukkan median proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia masih berada di angka 1,6%. Saat kondisi ekonomi global sedang tidak kondusif aset minim risiko seperti emas jadi diburu.

Emas dikenal sebagai aset yang memiliki peran untuk lindung nilai. Karena diburu investor, harganya pun ikut terangkat. Sehingga di tengah ancaman resesi seperti sekarang ini, logam mulia emas masih memiliki kilau yang terang.
TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan