H-1 Jelang Deal Dagang AS-China, Harga Emas Kian Loyo - Rifan Financindo

Foto: Infografis/Perang Dagang AS-China/Edward Ricardo

Rifan Financindo Harga emas di pasar spot semakin anjlok menyusul penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama antara Washington dan Beijing yang dijadwalkan besok.

Selasa (14/1/2020) harga emas turun 0,64% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin dan menyentuh level US$ 1.538,17/troy ons.

Harga emas melorot seiring dengan semakin dekatnya tanggal bersejarah untuk Amerika Serikat (AS) dan China. Kedua negara yang terlibat perang dagang kurang lebih 18 bulan terakhir akhirnya memutuskan untuk capai kesepakatan dagang fase-1.

Seremoni penandatanganan akan dilakukan besok. Delegasi China sudah berada di Washington sejak Senin kemarin untuk melakukan penandatanganan kesepakatan dagang.

Salah satu poin kesepakatannya adalah AS bersedia untuk diskon tarif atas beberapa produk China. Sebagai imbalannya China akan membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar.

Pihak AS melalui Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga menegaskan bahwa tak ada perubahan substansial dalam teks perjanjian, sekaligus menepis rumor yang sempat beredar.

Ditambah lagi AS juga mengeluarkan China dari daftar hitam negara manipulator kurs. Keputusan tersebut diambil setelah Mei tahun lalu AS memasukkan Negeri Panda ke dalam daftar hitam tersebut.

Namun kesepakatan dagang fase satu bukanlah akhir dari segalanya, apalagi akhir dari perang dagang antara AS dan China. Tarif yang tinggi masih menempel di berbagai barang impor kedua negara walau sudah didiskon.

Wajar saja South China Morning Post (SCMP) mengabarkan bahwa perang dagang masih berpeluang terjadi. SCMP menambahkan bahwa penandatanganan tersebut merupakan putaran pertama permainan.

Diskusi masih akan berlanjut. Namun ada kemungkinan perundingan fase kedua akan berjalan setelah pemilu AS usai November nanti. Kabar lain menyebutkan bahwa kedua belah pihak akan menginisiasi perundingan masalah ekonomi dan perdagangan dalam enam bulan lagi.

Kabar penandatanganan kesepakatan dagang antara AS-China membuat harga emas goyah. Harga emas mengalami koreksi, ketika ada harapan baik menyongsong kembali pulihnya perekonomian setelah sempat tertekan akibat perang dagang.

Harga emas diwarnai dengan level tertingginya dalam enam tahun terakhir mengawali tahun 2020 setelah berita pimpinan militer Iran Qassem Soleimani tewaas dalam serangan udara AS dan serangan balasan Iran ke markas tentara AS di Al Asad Irak.

Namun setelah itu, kedua negara berjanji untuk melakukan de-eskalasi. Bukannya melakukan serangan balik, Trump malah memilih menjatuhkan sanksi ekonomi baru untuk Iran.

Bagaimanapun juga Timur Tengah masih bergejolak. Apalagi setelah Iran mengakui tak sengaja menembak pesawat penumpang Ukraina. Pasar masih akan terus memantau kelanjutan kesepakatan dagang fase pertama dan gejolak yang terjadi di Timur Tengah.
TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)