World War 3 Kian Nyata, Rupiah Dekati Rp 14.000/US$ - Rifan Financindo

Foto: Ilustrasi Dolar dan Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Rifan Financindo Rupiah ditransaksikan melemah pada perdagangan ketiga di pekan ini, Rabu (8/1/2020).

Pada pembukaan perdagangan di pasar spot, rupiah melemah 0,22% ke level Rp 13.900/dolar AS. Pada pukul 08:20 WIB, depresiasi rupiah sudah bertambah dalam menjadi 0,43% ke level Rp 13.930/dolar AS. Rupiah mendekati level psikologis Rp 14.000/dolar AS.

Kinerja rupiah senada dengan mayoritas mata uang negara-negara Asia lainnya yang juga babak belur melawan dolar AS.


Memanasnya tensi antara AS dengan Iran menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Asia. Mengutip CNBC International, pada pagi hari ini waktu Indonesia Iran menembakkan misil ke beberapa markas militer AS di Irak.

Diketahui, lebih dari selusin misil balistik diluncurkan oleh Iran ke beberapa markas militer AS tersebut. Serangan tersebut sudah dikonfirmasi oleh Pentagon.

Serangan pada hari ini merupakan balasan dari Iran atas serangan yang sebelumnya diluncurkan oleh AS.

Seperti yang diketahui, pada Jumat pagi waktu Indonesia (3/1/2020) AS diketahui telah menembak mati petinggi pasukan militer Iran. Jenderal Qassim Soleimani yang merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran), tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh AS di Baghdad.

Selain itu, Abu Mahdi al-Muhandis yang merupakan wakil komandan dari Popular Mobilization Forces selaku kelompok milisi Irak yang dibekingi oleh Iran, juga meninggal dunia.

Pasca serangan yang menewaskan Soleimani, Iran mengutuk keras tindakan AS. Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengutuk keras tindakan AS. Dirinya menyatakan bahwa Iran tidak takut untuk membalas AS.

“AS bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan jahatnya,” tegasnya melalui akun Twitter sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (3/1/2020).

Soleimani sendiri telah disanksi oleh AS sejak tahun 2007 dan pada Mei 2019, Washington memutuskan untuk melabeli Revolutionary Guards, beserta dengan seluruh bagiannya, sebagai organisasi teroris, menandai kali pertama label tersebut diberikan terhadap lembaga militer resmi dari sebuah negara.

Kini, potensi meletusnya perang dunia ketiga menjadi semakin nyata. Wajar saja jika pelaku pasar memilih menghindari mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)

Sumber : CNBC
Baca Juga :