Damai Dagang Dilupakan, Bursa Saham Asia Melemah - PT Rifan Financindo

Foto: Bursa China (Reuters/Aly Song)

PT Rifan Financindo – Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia mengawali perdagangan kedua di pekan ini, Selasa (10/12/2019), di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei terkoreksi 0,25%, indeks Shanghai melemah 0,19%, indeks Hang Seng jatuh 0,44%, dan indeks Kospi terpangkas 0,36%.

Perkembangan terkait perang dagang AS-China yang positif tak lagi mampu mengerek kinerja bursa saham Benua Kuning.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sesuatu bisa terjadi terkait dengan bea masuk tambahan yang dibebankan Washington terhadap produk impor asal China. Seperti yang diketahui, penghapusan bea masuk tambahan merupakan syarat dari China jika AS ingin meneken kesepakatan dagang tahap satu.

Sejauh ini AS telah mengenakan bea masuk tambahan bagi senilai lebih dari US$ 500 miliar produk impor asal China, sementara Beijing membalas dengan mengenakan bea masuk tambahan bagi produk impor asal AS senilai kurang lebih US$ 110 miliar.

Di sisi lain, China juga melunak terhadap AS. Kementerian Keuangan China mengumumkan bahwa Beijing akan menghapuskan bea masuk bagi sebagian kedelai dan daging babi yang diimpor dari AS, seperti dikutip dari CNBC International.

Sebelumnya pada Juli 2018, China membebankan bea masuk sebesar 25% terhadap kedelai dan daging babi asal AS sebagai balasan dari langkah AS yang membebankan bea masuk tambahan terhadap produk-produk asal Negeri Panda. Kala itu, AS membebankan bea masuk tambahan dengan dasar bahwa China telah mencuri dan memaksa perusahaan-perusahaan asal AS untuk mentransfer kekayaan intelektual yang dimilikinya ke perusahaan-perusahaan asal China.

Aksi ambil untung tampak menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Asia. Maklum, dalam dalam beberapa waktu terakhir bursa saham Asia sudah mencetak apresiasi. Indeks Shanghai misalnya, selalu menutup hari di zona hijau dalam tiga perdagangan sebelum hari ini. Hal serupa juga bisa didapati pada indeks Nikkei.

Lebih lanjut, rilis data ekonomi China yang mengecewakan ikut berkontribusi dalam menekan kinerja bursa saham Benua Kuning. Pada akhir pekan kemarin, ekspor China periode November 2019 diumumkan jatuh 1,1% secara tahunan.

Padahal, konsensus memperkirakan ada pertumbuhan sebesar 1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Kontraksi pada ekspor China tersebut merupakan yang keempat secara beruntun.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)

Sumber : CNBC
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan