Trump Goreng Terus Optimisme, Perang Dagang AS-China Final! - Rifan Financindo

Foto: Donald Trump (REUTERS/Tom Brenner)

Rifan Financindo – Optimisme perang dagang akan segera reda datang lagi. Kali ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan komentar optimis segera berdamai dengan China, yang sukses menggoreng pasar saham global melejit.

“Kami dalam babak final dari sebuah perjanjian penting. Saya pikir kalian bisa sebut ini sebagai perjanjian dagang paling penting sepanjang sejarah. Semua berjalan dengan sangat baik,” kata Trump kepada reporter di Gedung Putih sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (26/11/2019) waktu setempat.

Ia bahkan meyakinkan wartawan bahwa hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping baik-baik saja meski ketegangan sempat terjadi dengan Beijing karena Hong Kong. Sebelumnya, DPR dan Senat AS meloloskan UU Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi Hong Kong yang sukses membuat China geram.

“Saya pikir Presiden Xi bisa membuat itu terjadi. Saya tahu dia dan saya tahu dia akan membuat ini menjadi nyata,” katanya lagi seraya menekankan tetap akan mengawasi langkah China pada Hong Kong.

Karena ucapan Trump ini, bursa saham AS yakni Wall Street, kembali mencetak rekor. Dow Jones naik 22,21 poin atau 0,2% ke 28.121,68 sementara S&P 500 naik 6,88 poin atau 0,22% ke 3.140,52 dan Nasdaq naik 15,45 poin atau 0,18% ke 8.647,93.

Sementara itu, seakan menguatkan pernyataan Trump, Penasehat Gedung Putih Kellyane Conway mengatakan perdamaian dagang AS dan China sudah sangat dekat. Ia mengatakan fase satu perjanjian perdagangan sudah hampir selesai.

“Trump sangat menginginkan fase ini … karena ini berarti sangat besar, sebuah perjanjian dagang yang bersejarah,” kata perempuan itu dalam wawancara dengan Fox News.

Ketua Komite Keuangan Senat AS yang seorang Republik Chuck Grassley juga mengatakan kepercayaannya pada pernyataan presiden kontroversial itu. Ia bahkan yakin kesepakatan bisa dilakukan sebelum 2019 berakhir.

“Peluang itu nyata untuk mendapatkan kesepakatan akhir,” tulis Reuters mengutip Grassley. Apalagi, perwakilan AS dikabarkan akhirnya mau memenuhi undangan China untuk berkunjung ke Beijing, yang diperkirakan dilakukan Kamis (28/11/2019) nanti.

Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia ini sudah terjadi selama 18 bulan terakhir. Selama itu pula perekonomian global jatuh pada ketidakpastian akibat adu tarif impor yang dilakukan kedua negara, terutama AS.

Organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan investasi, OECD bahkan menyatakan ekonomi dunia sedang menuju titik terlemahnya sejak krisis global 2008 akibat perang dagang.

Lembaga ini bahkan memprediksi pertumbuhan dunia hanya 2,9% di 2020. Proyeksi ini turun 0,1% dari yang dilansir OECD pada September lalu. (sef/sef)

Sumber : CNBC
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan