PT Rifan

Ilustrasi : CNBC Indonesia

PT Rifan Harga emas dunia kembali melemah di pasar spot pada perdagangan Senin kemarin (25/11/19), melanjutkan penurunan pada Jumat pekan lalu. Meski sedang menunjukkan kinerja negatif, harga emas diprediksi masih akan bergerak dalam range tertentu alias belum akan ke mana-mana.

Pada pukul 20:39 WIB tadi malam, harga emas dunia diperdagangkan di level US$ 1.456,72/troy ons, melemah 0,36% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Harapan akan adanya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi penekan emas harga emas. Harapan tersebut menguat sejak akhir pekan lalu setelah CNBC International mewartakan Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dagang dengan China “berpotensi sangat dekat”.

“Pada dasarnya kita memiliki peluang yang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan” kata Trump dalam acara Fox and Friends, sebagaimana dilansir CNBC International.

Analis dari bank investasi Julius Baer, Carsten Menke mengatakan perkembangan perundingan dagang membuat pasar saham terus menguat, tetapi harga emas hanya akan bergerak dalam rentang tertentu.

“Pasar sedang dihibur oleh perkembangan perundingan dagang yang terbaru, itulah sebabnya saham-saham mengalami penguatan. Bursa saham yang kuat akan membuat emas bergerak dalam rentang US$ 1.450 sampai 1.480/troy ons” kata Menke sebagaimana dilansir CNBC International.

Meski harapan akan adanya kesepakatan dagang menguat, para investor belum mau bereaksi terlalu berlebihan.

Apalagi AS kini sudah ikut campur dalam urusan Hong Kong yang bisa mempengaruhi hubungannya dengan China. Pekan lalu, Kongres AS sudah menyetujui aturan soal penegakan hak asasi manusia di Hong Kong, tetapi Presiden Trump masih belum bersikap tegas.

Dalam sebuah wawancara di Fox News Channel sebagaimana dilansir Reuters, Trump mengatakan mendukung kebebasan Hong Kong, tetapi juga sedang memperjuangkan kesepakatan dagang dengan China yang dikatakan sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Sedikit berbeda dengan Menke, analis teknikal Reuters memprediksi harga emas bisa turun lebih dalam.

Sebagaimana diwartakan CNBC International Wang Tao analis teknikal Reuters memprediksi harga emas di pasar spot akan turun menguji support US$ 1.455/troy ons, jika support tersebut berhasil dilewati, emas diprediksi turun ke US$ 1.440/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA (tas/tas)

Sumber : CNBC
Baca Juga :