Rifan Financindo – Menghitung Hari Inggris Talak Tiga Eropa

Menghitung Hari Inggris Talak Tiga Eropa - Rifan Financindo
Foto: PM Inggris Boris Johnson (Rui Vieira/Pool via REUTERS)

Rifan Financindo – 31 Oktober merupakan hari yang menentukan bagi Inggris dari Eropa. Pada hari itu, negara kerjaan ini direncanakan akan benar-benar keluar dari organisasi antarpemerintah dan supranasional, yang sudah bersama sejak 2013, alias Brexit.

Berikut merupakan kejadian-kejadian yang terjadi antara Inggris dan UE, yang akan menentukan apakah Inggris dan kawasan bisa membuat kesepakatan baru terkait ekonominya di perbatasan atau tidak. Bila tidak ada kesepakatan lanjutan, tentu ancaman resesi di Inggris akan kian nyata terjadi.

13 Oktober:
Dua kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, Jerman dan Inggris bertemu untuk mempersiapkan KTT pemimpin Eropa 17-18 Oktober, dengan pembahasan utama terkait Brexit. Jerman diwakili Kanselir Jerman Angela Merkel sementara Prancis diwakili Presiden Emmanuel Macron.

13-14 Oktober:
27 Duta Besar Uni Eropa akan bertemu dengan Kepala Negosiator Brexit Michel Barnier. Sebelumnya pekan lalu, UE dan perwakilan Inggris itu sudah melakukan pembicaraan pendahuluan.

14 Oktober:
Parlemen Inggris selama ini dikenal sebagai pihak yang menentang keras Inggris keluar dari Eropa di 31 Oktober nanti. Pasalnya, Inggris belum menyelesaikan sejumlah kesepakatan yang terkait perbatasan dan perdagangan dengan negara EU.

Jika ini dipaksakan dipastikan Inggris akan didera sejumlah krisis, mulai dari makanan, obat-obatan hingga BBM. Ini diprediksi akan membawa negara itu jatuh ke jurang resesi.

Di tanggal ini, Parlemen Inggris akan melakukan rapat lebih lanjut untuk membuat aturan yang memaksa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk meminta Eropa menunda kembali Brexit.

Johnson selama ini diketahui enggan memundurkan kembali jadwal Brexit. Bahkan, ia mengaku Inggris siap keluar dari UE tanpa kesepakatan sekalipun di 31 Oktober.

Di tanggal ini juga Presiden Prancis Macron akan bertemu dengan Ketua Dewan Eropa Donald Tusk DI paris guna membahas Brexit.

15 Oktober:
Menteri-menteri Eropa akan membahas update terbaru Brexit jelang KTT para pemimpin Eropa 17-18 Oktober.

16 Oktober:
Prancis dan Jerman akan mengadakan pertemuan tahunan. Urusan bilateral kedua negara akan menjadi topik bahasan, namun Brexit kabarnya akan jadi topik lain yang menonjol.

17-18 Oktober:
Para pemimpin pemerintahan UE akan bertemu di kantor pusat di Brussels, Belgia untuk pertemuan puncak. Jika tercapai kesepakatan soal Brexit maka mau tak mau parlemen Inggris harus setuju dengan hasil yang dibuat.

Selain Brexit, akan ada sejumlah hal yang dibahas di KTT ini, termasuk anggaran jangka panjang UE di 2021, hubungan dengan Turki dan prospek masuknya anggota baru UE seperti Albania dan Makedonia Utara.

19 Oktober:
Parlemen Inggris diperkirakan mengadakan pertemuan khusus menyusul hasil KTT pemimpin Eropa 17-18 Oktober nanti. Mereka pun harus membuat keputusan apa yang harus dilakukan termasuk setuju dengan kesepakatan para pemimpin Eropa.

Jika memungkinkan, Parlemen Inggris mungkin akan mengajukan permohonan lagi pada UE untuk memperpanjang batas waktu Brexit. Dari 31 Oktober, menjadi keluar dari Eropa di 31 Januari 2020.

31 Oktober:
Jika perpanjangan tidak disetujui dan tidak diminta parlemen Inggris, maka Inggris akan benar-benar keluar dari Eropa. Semua hal yang menyangkut Inggris akan berbeda dengan Eropa.

Termasuk urusan administratif. Yang menakutkan adalah jika tanpa kesepakatan dagang di wilayah perbatasan dengan negara Eropa lain, Inggris dipastikan akan mengalami kesulitan luar biasa dalam arus barang termasuk jasa. (sef/sef)

Sumber : CNBC

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.