Negosiasi Dagang AS-China Kian Dekat, Harga Emas Turun - Rifan Financindo

Foto: Foto: Salah satu penemuan pemburu harta karun Kerajaan Sriwijaya. (dok. Istimewa).

Rifan Financindo – Harga komoditas logam mulia emas global kembali turun seiring dengan semakin dekatnya negosiasi dagang Amerika Serikat (AS)-China. Investor masih wait and see seputar keberlanjutan drama konflik dagang dua raksasa ekonomi tersebut.

Pada Selasa (8/10/2019) pukul 08:20 WIB, harga emas di pasar spot berada di US$ 1.493,21/troy ons. Turun tipis 0,02% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Investor tampaknya masih wait and see melihat keberlanjutan drama perang dagang AS-China. Itulah membuat harga emas kembali goyang. Ada harapan bahwa negosiasi akan berjalan mulus dengan melunaknya kedua belah pihak mengingat dua ekonomi terbesar di dunia sedang sakit.

Pelemahan harga emas juga ditengarai oleh kembali menguatnya dolar AS. Pagi ini, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat ke 98,975. Penguatan dolar otomatis membuat harga emas jadi lebih mahal untuk investor yang memegang mata uang lain.

Namun, harga emas masih berpotensi untuk kembali melambung karena perang dagang tidak hanya terjadi antara AS-China. Perang dagang juga terjadi antara AS dengan Eropa menyusul subsidi ilegal Eropa yang diberikan pada perusahaan penerbangan Airbus. Mulai 18 Oktober nanti AS akan mengenakan bea masuk produk-produk impor asal Benua Biru senilai US$ 11 miliar.

Jika konflik perang dagang semacam ini meletup di mana-mana, maka rantai pasok global akan semakin terganggu dan perekonomian benar-benar akan semakin melambat. Sehingga emas sebagai aset safe haven akan diburu dan akan berimbas kepada kenaikan harga.
TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/aji)

Sumber : CNBC