AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Menghijau - Rifan Financindo

Foto: Reuters

Rifan Financindo – Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona hijau pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei menguat 0,37%, indeks Hang Seng naik 0,24%, indeks Straits Times terkerek 0,41%, dan indeks Kospi bertambah 0,34%. Sementara itu, indeks Shanghai tercatat melemah 0,39%.

Hubungan AS-China yang kian mesra di bidang perdagangan sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Kemarin (9/9/2019), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS dan China telah mencapai kesepakatan terkait dengan konsep pengawasan yang akan digunakan untuk kesepakatan dagang kedua negara nantinya, melansir CNBC International.

Mnuchin menambahkan bahwa perbincangan di level wakil menteri akan digelar pada bulan ini, diikuti dengan negosiasi tatap muka di level yang lebih tinggi pada awal Oktober. Negosiasi tatap muka di AS pada awal bulan depan diketahui akan melibatkan Mnuchin sendiri, Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri China Liu He, serta Gubernur Bank Sentral China Yi Gang.

Seperti yang diketahui, hubungan AS dan China sempat kembali memanas pasca pada tanggal 1 September AS resmi memberlakukan bea masuk baru sebesar 15% yang menyasar produk impor asal China senilai US$ 112 miliar. Pakaian, sepatu, hingga kamera menjadi bagian dari daftar produk yang diincar AS pada kesempatan ini.

Di sisi lain, aksi balasan dari China berlaku selepas AS bersikeras menerapkan bea masuk baru terhadap Beijing. China mengenakan bea masuk baru yang berkisar antara 5-10% bagi sebagian produk yang masuk dalam daftar target senilai US$ 75 miliar. Daging babi, daging sapi, dan berbagai produk pertanian lainnya tercatat masuk dalam daftar barang yang menjadi lebih mahal per tanggal 1 September kemarin.

Untuk diketahui, AS masih akan mengenakan bea masuk baru terhadap berbagai produk impor China lainnya pada tanggal 15 Desember. Jika ditotal, nilai barang yang terdampak dari kebijakan AS pada hari ini dan tanggal 15 Desember nanti adalah US$ 300 miliar, dilansir dari CNBC International.

Sementara itu, sisa barang dalam daftar target senilai US$ 75 miliar yang hingga kini belum dikenakan bea masuk baru oleh China, akan mulai terdampak pada tanggal 15 Desember.

Diharapkan, negosiasi secara tatap muka pada awal bulan depan bisa membawa kedua negara selangkah lebih dekat dengan yang namanya kesepakatan dagang.

Sayang, bursa saham China tak bisa memanfaatkan momentum yang ada seiring dengan aksi ambil untung yang menerpa. Maklum saja, dalam enam hari perdagangan terakhir indeks Shanghai sudah mencetak apresiasi yang jika ditotal mencapai 4,8%.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)

Sumber : CNBC

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
Rifanfinancindo