Episode Baru Perang Dagang, China Bantah Ingin Damai ke AS - PT Rifan Financindo

Foto: Infografis/ Kronologi perang dagang AS-China belum temukan titik terang/Aristya Rahadian Krisabella

PT Rifan Financindo – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan China ingin bernegosiasi dan  membuat kesepakatan perdagangan dengan negaranya. Trump menambahkan bahwa China tidak punya pilihan lain dan negara itu mengajak AS untuk kembali melakukan perundingan dagang.

Hal tersebut disampaikan presiden kontroversial ini dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada pertemuan G-7, Senin (26/8/19).
“Saya tidak yakin mereka punya pilihan saat berurusan dengan AS. Apakah mereka mau atau tidak. Saya tidak mengatakan itu sebagai ancaman,” katanya.

Meski Trump percaya diri dengan negosiasi, namun hal lain sepertinya tidak terlihat di sisi China. Bahkan, anehnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang mengatakan dia tidak mengetahui bahwa ada komunikasi yang telah terjadi seperti panggilan telepon antara kedua belah pihak.

Lebih lanjut, pemimpin redaksi surat kabar milik pemerintah China, Global Times, Hu Xijin juga membantah bahwa para negosiator telah melakukan panggilan telepon seperti yang dijelaskan Trump.

dd8b4402-ed6c-4b0e-bc15-9f04af051de9

Foto: Infografis/ Kronologi perang dagang AS-China belum temukan titik terang/Aristya Rahadian Krisabella

“China tidak akan mengubah posisinya. China tidak akan menyerah pada tekanan AS,” kata Hu. Hu secara luas dipandang sebagai juru bicara China.

Saat disinggung bahwa China menyangkal panggilan itu terjadi, Trump geram dan membentak. “Pihak China tidak mengatakan itu!” kata Trump mengutip laporan CNBC International. Ia menegaskan menerima banyak panggilan dari China. Namun tidak berniat membocorkan isinya.

Perang dagang antara AS-China telah meningkat sejak Jumat lalu, saat Trump mengatakan akan menaikkan bea impor yang ada atas US$ 250 miliar produk China menjadi 30% dari 25% pada 1 Oktober. Terlebih lagi, tarif atas barang-barang China lainnya senilai US$ 300 miliar, yang mulai berlaku pada 1 September, akan dinaikkan menjadi 15%, bukan 10%.

Hal itu diumumkannya melalui postingan di Twitter setelah beberapa jam sebelumnya China mengumumkan akan mengenakan tarif impor pada US$ 75 miliar barang AS. Bahkan trump mengatakan menyesal tidak menaikkan tarif lebih mahal lagi untuk barang-barang China. (sef/sef)

Sumber : CNBC

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
Rifanfinancindo