Isu Resesi Muncul Lagi, Yen Jadi Makin Seksi - Rifan Financindo

Foto: Mata Uang Yen. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Files)

Rifan Financindo – Setelah melemah tajam pada perdagangan Selasa (13/8/19), mata uang yen Jepang kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu kemarin.

Munculnya kembali isu resesi membuat mata uang yang bergelar aset aman (safe haven) ini kembali seksi di mata pelaku pasar.

Inversi yield obligasi AS menjadi penyebab menguatnya kembali isu resesi. Inversi merupakan keadaan di mana yield atau imbal hasil obligasi tenor pendek lebih tinggi daripada tenor panjang. Dalam situasi normal, yield obligasi tenor pendek seharusnya lebih rendah.

Inversi menunjukkan bahwa risiko dalam jangka pendek lebih tinggi ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, inversi kerap dikaitkan dengan pertanda resesi.

Pada pukul 04:12 WIB, yield obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor 2 tahun ada di 1,973%. Sementara yang 10 tahun adalah 1,5826%. Ini adalah inversi pertama untuk dua tenor tersebut sejak Juni 2007, beberapa bulan sebelum meletusnya krisis keuangan global.

Akibat inversi tersebut, pelaku pasar kembali mengalihkan investasinya ke aset-aset safe haven, dan yen salah satunya.

Akibat permintaan yang kembali tinggi, pada perdagangan Rabu kemarin yen berhasil menguat 0,79%, sementara hari ini Kamis (15/8/19) pukul 8:22 WIB diperdagangkan di kisaran 105,91/US$ atau masih flat dibandingkan penutupan kemarin. Padahal di hari Selasa yen anjlok 1,37%.

Anjloknya yen pada hari Selasa disebabkan oleh harapan meredanya perang dagang AS-China. Kantor Perwakilan Dagang AS pada Selasa pagi waktu setempat mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Namun kini, harapan akan damai dagang tertutupi oleh isu resesi, dan yen berpotensi menguat lagi. (pap/tas)

Sumber : CNBC

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
Rifanfinancindo