AS Beri Sanksi Tambahan ke Iran, Bursa Asia Mayoritas Merah - Rifan Financindo Palembang

Foto: Reuters

Rifan Financindo Palembang – Bursa saham utama kawasan Asia mayoritas dibuka melemah pada perdagangan hari ini (24/6/2019), setelah selama pekan pekan lalu hampir seluruh finis di zona hijau didorong ekspektasi Bank Sentral AS/The Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Indeks Straits Times anjlok 0,38%, indeks Hang Seng turun 0,26%, indeks Nikkei terkoreksi 0,17%, indeks Shanghai melemah 0,01%, sedangkan indeks Kospi menguat 0,22%.

Pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memerangi resiko ekonomi global dan domestik dengan menurunkan tingkat suku bunga acuan paling cepat dalam enam bulan ke depan.

Hampir dari separuh pembuat kebijakan di Bank Sentral AS menunjukkan keinginan untuk menurunkan suku bunga dalam enam bulan ke depan. Bahkan Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, menyampaikan semestinya Federal Funds Rate sudah diturunkan 25 basis poin bulan ini.

Bursa saham acuan Benua Kuning terus melaju karena, indikasi penurunan Federal Funds Rate akan membuat berinvestasi pada instrument berbasis dolar AS menjadi kurang menarik, dimana hal ini mendorong aksi beli di bursa Asia.

Alhasil, wajar saja jika pada awal pekan ini pelaku pasar memilih melakukan aksi jual untuk merealisasikan keuntungan yang didapat pekan lalu.

Di lain pihak, euforia tidak hanya berhenti karena aksi ambil untung, tapi juga disebabkan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus membayangi pasar keuangan global.

Pada Sabtu (22/6/2019), Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan saksi berat yang baru terhadap Iran yang dimulai Senin, setelah sempat membatalkan serangan militer terhadap Teheran dengan pertimbangan jumlah korban jiwa yang akan timbul, dilansir CNBC International.

Akan tetapi, Trump mengatakan bahwa dirinya tetap terbuka untuk negosiasi dengan Iran bahkan ‘tanpa syarat’, dikutip dari wawancara dengan NBC, dilasir CNBC International.

“Saya pikir peluang konflik, dalam pandangan kami, setidaknya 50%. Konflik, bukan perang, tetapi konflik yang akan mengganggu pasokan,” ujar Fereidun Fesharaki, Ketua Facts global Energi, di acara ‘Squawk Box’ dikutip CNBC International.

“Kita harus ingat bahwa Iran adalah negara adikuasa regional… Di satu sisi mereka akan menyerang balik, dan saya pikir kemungkinan ketegangan menjadi lebih besar sangat, sangat tinggi dalam waktu dekat,” tambahnya.

TIM RISET CNCB INDONESIA (dwa/dwa)

Sumber : CNBC

Baca Juga :
  • RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFANFINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFAN FINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFANFINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • RIFANFINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi