Rifan Financindo Palembang – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mempercepat upayanya menghapuskan seluruh ekspor minyak Iran dengan mengakhiri pengecualian yang sebelumnya diberikan kepada beberapa konsumen terbesar negara Islam itu.

Trump Mau Hapus Seluruh Ekspor Iran, Harga Minyak Cetak Rekor - Rifan Financindo Palembang

Foto: kotkoa / Freepik

Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir yang dibuat di 2015 pada Mei tahun lalu yang berakibat pada berlakunya kembali beberapa sanksi ekonomi terhadap Iran di November.

Namun, Negeri Paman Sam masih memberi pengecualian selama enam bulan bagi delapan negara yang membuat mereka dapat terus membeli minyak dalam jumlah terbatas dari Iran.

Pasar berharap Washington akan memperpanjang pengecualian itu untuk lima negara. Namun, pemerintah AS justru mengatakan negara manapun yang masih mengimpor minyak dari Iran akan dikenakan sanksi mulai 2 Mei mendatang.

“Presiden Donald J Trump telah memutuskan untuk tidak mengeluarkan lagi Pengecualian Penurunan Signifikan (SREs) ketika pengecualian itu kadaluwarsa awal Mei,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNBC International.

“Keputusan ini dimaksudkan untuk membuat ekspor minyak Iran menjadi nol, dan menghindarkan rezim yang berkuasa dari sumber utama pendapatannya,” tambah Gedung Putih.

Trump Mau Hapuskan Ekspor Iran, Harga Minyak Cetak Rekor

AS tengah memaksa Iran berunding setelah tahun lalu menyebutkan 12 permintaan yang harus dipenuhi Teheran sebelum Washington bersedia mencabut sanksi-sanksinya. Daftar tersebut meminta Iran untuk menerima pembatasan program nuklir yang baru, mengakhiri uji coba rudal balistik, menghentikan dukungan terhadap kelompok teror yang menargetkan AS, serta membebaskan warga negara AS yang tengah ditahan.

Keputusan untuk tidak lagi memberikan pengecualian itu mengancam menghapuskan sekitar 1 juta barel suplai minyak per hari dari pasar global di saat para analis mengatakan pasokan minyak tengah seret.

Harga minyak Brent melonjak 2,9% menjadi US$74,04 per barel hari Senin dan mencatatkan level tertingginya sejak 31 Oktober 2018.

Sementara itu, harga minyak WTI juga melompat 2,7% ke posisi US$65,7 per barel dan mendekati level tertingginya dalam enam bulan terakhir.

Pemerintahan Trump mengatakan akan bekerja sama dengan rival Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, untuk menutupi dampak hilangnya pasokan minyak dari Teheran, kata Gedung Putih.

Kedua negara itu saat ini tengah bekerja sama dengan para anggota OPEC dan Rusia untuk membatasi pasokan minyak ke pasar global. Aliansi yang dikenal dengan nama OPEC+ itu sepakat menahan suplai 1,2 juta barel sejak Januari setelah harga minyak anjlok di akhir 2018.

Pernyataan Gedung Putih mengindikasikan aliansi itu akan segera menggelontorkan pasokannya ke pasar.(prm)

 

Sumber : CNBC

Baca Juga :
  • RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka 
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFANFINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFAN FINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFANFINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • RIFANFINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi